Indonesia Urutan Kedua Negara dengan Penduduk Miskin Terbanyak di Dunia Setelah Zimbabwe

FOKUS NASIONAL - Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional. Data tersebut merujuk pada catatan Bank Dunia untuk tahun 2025.
Dalam laporan itu, Indonesia berada tepat di bawah Zimbabwe, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 193,49 juta jiwa.
Metodologi Penghitungan Global
Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional sebesar US$ 8,30 per hari berbasis purchasing power parity atau paritas daya beli.
Jika disetarakan, ambang batas tersebut berada di kisaran Rp1,5 juta per bulan. Standar ini digunakan untuk membandingkan tingkat kemiskinan lintas negara.
Pendekatan tersebut menghasilkan angka absolut yang besar bagi negara dengan populasi tinggi.
Faktor Populasi Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 287 juta jiwa menjadi faktor utama dalam posisi tersebut.
Secara persentase, Indonesia bukan negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Namun secara jumlah, skalanya menjadi signifikan dibanding negara lain dengan populasi lebih kecil.
Di kawasan ASEAN, Indonesia juga termasuk negara dengan jumlah penduduk yang belum mencapai standar hidup layak relatif tinggi.
Perbandingan dengan Data Nasional
Di dalam negeri, indikator kemiskinan menunjukkan angka berbeda. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,47 persen.
Garis kemiskinan nasional ditetapkan sekitar Rp600.000 per bulan atau setara dengan pengeluaran Rp20.000 per hari.
Perbedaan definisi dan metodologi menghasilkan dua gambaran yang tidak selalu sejalan.
Kelompok Rentan di Tengah Statistik
Perbedaan standar ini menempatkan sebagian besar penduduk dalam kategori rentan.
Mereka tidak tercatat miskin menurut indikator nasional, tetapi belum mencapai standar hidup layak versi global.
Dalam kondisi tersebut, perubahan ekonomi sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kesejahteraan.
Tanggapan Ekonom
Ekonom Ronnie H Rusli menilai data Bank Dunia tersebut mencerminkan tantangan nyata yang masih dihadapi masyarakat.
Kenyataannya biaya hidup dan tingkat kesejahteraan di lapangan masih jadi tantangan besar, kata Ronnie dikutip dari unggahannya di X, Senin (19/1/2026).
Ia menyebut data tersebut sebagai pengingat bahwa persoalan keadilan ekonomi masih perlu perhatian serius.
Data ini jadi pengingat kalau urusan perut dan keadilan ekonomi rakyat masih butuh perhatian serius dari semua pihak, ujarnya.
Status Ekonomi dan Tantangan Distribusi
Indonesia saat ini berstatus negara berpendapatan menengah atas.
Status tersebut menunjukkan capaian ekonomi secara makro, namun belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kesejahteraan di tingkat rumah tangga.
Data global dan nasional memperlihatkan bahwa tantangan utama terletak pada distribusi dan daya tahan ekonomi masyarakat.
Angka sebagai Cermin
Penggunaan pendekatan PPP oleh Bank Dunia bertujuan menyetarakan kemampuan beli antarnegara.
Hasilnya tidak selalu nyaman, tetapi memberikan gambaran tentang posisi Indonesia dalam konteks global.
Di tengah perbedaan angka dan metodologi, data tersebut menjadi cermin bagi kondisi ekonomi yang masih perlu dibenahi.
FAQ: Data Kemiskinan Indonesia
Benarkah Indonesia negara termiskin ke-2 di dunia?
Indonesia disebut berada di posisi kedua dunia berdasarkan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional menurut data Bank Dunia. Peringkat ini dihitung secara absolut, bukan persentase.
Data apa yang digunakan Bank Dunia?
Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional sebesar US$ 8,30 per hari berbasis purchasing power parity atau paritas daya beli untuk negara berpendapatan menengah ke atas.
Mengapa angka kemiskinan Indonesia terlihat sangat besar?
Jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 287 juta jiwa membuat angka absolut penduduk miskin menjadi besar ketika standar global diterapkan, dibandingkan negara dengan populasi lebih kecil.
Apakah ini berarti Indonesia lebih miskin dari negara lain?
Tidak selalu. Secara persentase, Indonesia bukan negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Namun secara jumlah penduduk miskin, skalanya menjadi sangat signifikan.
Mengapa data nasional berbeda dengan data Bank Dunia?
Perbedaan muncul karena metodologi dan standar yang digunakan. Data nasional mengacu pada garis kemiskinan sekitar Rp600.000 per bulan, sementara Bank Dunia menggunakan standar global yang lebih tinggi.
Berapa angka kemiskinan versi nasional?
Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,47 persen berdasarkan garis kemiskinan nasional.
Siapa kelompok yang paling terdampak dari perbedaan standar ini?
Kelompok rentan yang tidak tercatat miskin secara nasional, tetapi belum mencapai standar hidup layak versi global. Kelompok ini sangat sensitif terhadap kenaikan harga dan guncangan ekonomi.
Apa makna status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas?
Status tersebut menunjukkan capaian ekonomi makro, namun belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan di tingkat rumah tangga.
Apa tujuan penggunaan pendekatan PPP oleh Bank Dunia?
Pendekatan paritas daya beli digunakan untuk menyetarakan kemampuan beli antarnegara agar perbandingan kemiskinan lebih relevan secara global.