Selaput Pembungkus Paru-Paru Dinamakan Pleura: Pengertian, Struktur, dan Fungsinya

Selaput Pembungkus Paru-Paru Dinamakan Pleura: Pengertian, Struktur, dan Fungsinya

Selaput pembungkus paru-paru dinamakan pleura
. Pernyataan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di balik jawaban singkat tersebut tersimpan konsep penting dalam sistem pernapasan manusia yang wajib dipahami, terutama dalam mata pelajaran biologi.

FOKUS PENDIDIKAN akan mengajak Anda memahami lebih dalam tentang apa itu pleura, bagaimana strukturnya, apa saja fungsinya, serta mengapa bagian ini memiliki peran krusial dalam proses bernapas. Artikel ini disusun secara santai, lugas, dan mudah dipahami, baik untuk pelajar, mahasiswa, maupun pembaca umum yang ingin menambah wawasan.

Sistem Pernapasan Manusia: Gambaran Umum

Sistem pernapasan manusia adalah rangkaian organ dan struktur yang bekerja sama untuk memasukkan oksigen (O2) ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) sebagai sisa metabolisme.

Organ utama dalam sistem pernapasan meliputi:

  • Hidung
  • Faring
  • Laring
  • Trakea
  • Bronkus dan bronkiolus
  • Paru-paru

Namun, selain organ-organ utama tersebut, terdapat struktur pendukung yang sering luput dari perhatian, salah satunya adalah selaput pembungkus paru-paru atau pleura.

Soal Biologi: Selaput Pembungkus Paru-Paru Dinamakan Apa?

Dalam materi biologi tingkat SMP hingga SMA, sering muncul soal:

Selaput pembungkus paru-paru dinamakan …

Jawaban yang benar adalah:

Selaput pembungkus paru-paru dinamakan pleura.

Jawaban ini tidak sekadar hafalan, tetapi harus dipahami secara konsep agar siswa benar-benar mengerti fungsi dan perannya dalam sistem pernapasan.

Apa Itu Pleura?

Pleura adalah membran tipis yang membungkus paru-paru dan melapisi rongga dada. Pleura berfungsi sebagai pelindung paru-paru sekaligus pendukung utama pergerakan paru-paru saat proses pernapasan.

Pleura tidak hanya berfungsi sebagai “pembungkus”, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kestabilan paru-paru dan mengurangi gesekan selama paru-paru mengembang dan mengempis.

Struktur Pleura: Dua Lapisan Penting

Pleura terdiri atas dua lapisan utama yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu:

1. Pleura Viseral

Pleura viseral adalah lapisan pleura yang melekat langsung pada permukaan paru-paru. Lapisan ini mengikuti bentuk paru-paru hingga ke celah-celahnya.

Fungsi utama pleura viseral adalah:

  • Melindungi jaringan paru-paru
  • Membantu pergerakan paru-paru saat bernapas
  • Menjaga elastisitas paru-paru

2. Pleura Parietal

Pleura parietal adalah lapisan pleura yang melapisi dinding rongga dada, termasuk diafragma dan dinding toraks.

Lapisan ini berfungsi untuk:

  • Menjaga posisi paru-paru tetap stabil
  • Melindungi paru-paru dari gesekan langsung dengan tulang rusuk
  • Membantu mempertahankan tekanan di dalam rongga dada

Rongga Pleura dan Cairan Pleura

Di antara pleura viseral dan pleura parietal terdapat ruang sempit yang disebut rongga pleura.

Rongga ini berisi cairan pleura, yaitu cairan khusus yang berfungsi sebagai pelumas alami.

Fungsi cairan pleura antara lain:

  • Mengurangi gesekan saat paru-paru bergerak
  • Mempermudah paru-paru mengembang dan mengempis
  • Mencegah iritasi antara paru-paru dan dinding dada

Tanpa cairan pleura, setiap tarikan napas akan terasa menyakitkan karena gesekan langsung antara paru-paru dan rongga dada.

Fungsi Pleura dalam Sistem Pernapasan

Secara keseluruhan, pleura memiliki beberapa fungsi utama yang sangat vital, di antaranya:

  • Melindungi paru-paru dari benturan dan gesekan
  • Menjaga posisi paru-paru tetap stabil di rongga dada
  • Mengurangi gesekan saat proses inspirasi dan ekspirasi
  • Membantu mempertahankan tekanan negatif di dalam rongga dada
  • Mendukung efisiensi pernapasan

Dengan kata lain, pleura memastikan paru-paru dapat bekerja secara optimal tanpa hambatan mekanis.

Mengapa Pleura Sangat Penting?

Keberadaan pleura sering dianggap sepele karena tidak terlihat langsung. Padahal, tanpa pleura, sistem pernapasan manusia tidak akan bekerja secara efisien.

FOKUS PENDIDIKAN menegaskan bahwa gangguan kecil pada pleura saja bisa berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk bernapas dengan normal.

Gangguan pada Pleura

Beberapa gangguan kesehatan yang berkaitan dengan pleura antara lain:

1. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada pleura yang biasanya menimbulkan nyeri dada saat bernapas.

2. Efusi Pleura

Efusi pleura terjadi ketika cairan pleura menumpuk secara berlebihan, sehingga paru-paru sulit mengembang.

3. Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah kondisi masuknya udara ke rongga pleura yang menyebabkan paru-paru mengempis.

Ketiga kondisi ini menunjukkan betapa krusialnya peran pleura dalam sistem pernapasan.

Pleura dalam Konteks Pembelajaran Biologi

Dalam mata pelajaran biologi, memahami bahwa selaput pembungkus paru-paru dinamakan pleura adalah langkah awal untuk memahami sistem pernapasan secara menyeluruh.

Materi ini biasanya muncul dalam:

  • Ujian sekolah
  • Asesmen nasional
  • UTBK dan seleksi masuk perguruan tinggi

Pemahaman konsep jauh lebih penting dibanding sekadar menghafal jawaban.

Tips Mudah Mengingat Fungsi Pleura

  • Ingat bahwa pleura = pelindung + pelumas
  • Bayangkan paru-paru seperti balon yang butuh lapisan licin agar bisa bergerak
  • Hubungkan pleura dengan rasa nyeri dada saat bernapas

Kesimpulan

Selaput pembungkus paru-paru dinamakan pleura. Pleura adalah membran tipis yang terdiri dari dua lapisan, yaitu pleura viseral dan pleura parietal, dengan rongga pleura berisi cairan pelumas di antaranya.

Peran pleura sangat penting dalam:

  • Menjaga kestabilan paru-paru
  • Mengurangi gesekan
  • Mendukung proses pernapasan yang efisien

Dengan memahami fungsi dan struktur pleura, pembaca tidak hanya mampu menjawab soal biologi dengan benar, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana tubuh manusia bekerja.

 Baca juga:

FOKUS PENDIDIKAN berharap artikel ini dapat menjadi referensi belajar yang informatif, akurat, dan mudah dipahami.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.