Pasar Baros Masih Muda, Tapi Urusan Sampah Sudah Menua

FOKUS BAROS - Usia Pasar Baros di Kabupaten Serang masih seumur jagung. Sayangnya, aroma yang menyambut pengunjung sudah terasa matang.
Sampah tampak menumpuk di sejumlah sudut pasar. Bau tidak sedap ikut menyebar, seolah jadi bagian dari pengalaman belanja.
Kondisi ini terlihat saat wartawan melakukan pantauan di Pasar Baros, Selasa (20/01/2026). Pedagang dan pengunjung sama-sama mengernyit.
Seorang pedagang mengaku aktivitas jual beli kerap terganggu. Bukan karena sepi pembeli, tapi karena sampah yang tak kunjung pergi.
“Kami sangat terganggu dengan kondisi sampah yang berserakan. Baunya tidak sedap dan banyak lalat, ini bisa mengganggu kesehatan pedagang maupun pengunjung pasar,” ujarnya.
Ia menyebut, iuran kebersihan tetap dibayar rutin oleh pedagang.
“Padahal kami selalu membayar iuran kebersihan. Tapi pengelolaannya tidak maksimal,” katanya.
Mantri Pasar Baros, Syafrudin, mengakui pengelolaan sampah memang belum berjalan rapi.
Menurutnya, sampah kerap tercecer karena petugas tidak rutin memasukkan ke bak kontainer.
“Memang ada keluhan dari masyarakat, terutama terkait polusi udara dari air sampah dan sampah yang tercecer. Informasi terakhir, ada petugas kebersihan dari luar pasar yang tidak rutin memasukkan sampah ke bak kontainer,” jelasnya.
Masalah bertambah saat kontainer sudah penuh.
“Kalau kontainer sudah penuh, seharusnya menggunakan tong atau peti agar lebih rapi, bukan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Pihak pengelola memastikan evaluasi tetap dilakukan. Teguran hingga sanksi disebut akan diberikan secara bertahap.
“Jika kinerjanya tidak baik, tentu akan dikenakan sanksi. Prosesnya dimulai dari teguran pertama sampai ketiga,” tegas Syafrudin.
Pasar ini masih baru. Tinggal menunggu, apakah kebersihannya ikut tumbuh dewasa atau terus berjalan di tempat.