Kapan Manusia Mulai Mengenal Konsep Uang?

Pembahasan latihan soal sejarah ekonomi tentang kapan manusia mulai mengenal konsep uang, mulai dari sistem barter, alat tukar sederhana, hingga uang logam dan uang kertas.

Latihan Soal Sejarah Ekonomi untuk Pemahaman Pilihan Ganda Memahami kapan manusia mulai mengenal konsep uang bukan sekadar menghafal tahun atau nama peradaban. Topik ini sering muncul dalam soal pilihan ganda karena berkaitan langsung dengan perkembangan ekonomi, perdagangan, dan peradaban manusia sejak masa awal.

Sebagai bahan latihan, pembahasan ini disusun runtut agar mudah dipahami, sekaligus membantu pembaca menangkap kata kunci penting yang biasanya menjadi jebakan soal.


Latar Belakang Munculnya Konsep Uang

Sejak awal peradaban, manusia telah melakukan kegiatan tukar-menukar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pada tahap awal, sistem yang digunakan adalah barter, yaitu pertukaran barang dengan barang berdasarkan kesepakatan langsung.

Namun, seiring:

  • Bertambahnya jumlah penduduk
  • Semakin beragamnya kebutuhan
  • Meluasnya wilayah interaksi antar kelompok

sistem barter mulai menghadapi banyak keterbatasan, terutama karena:

  • Sulit menemukan pihak dengan kebutuhan yang saling sesuai
  • Tidak adanya standar nilai yang sama
  • Barang sulit disimpan atau dibagi

Kondisi inilah yang mendorong manusia mencari alat tukar yang lebih praktis dan efisien.


Soal Latihan

Kapan manusia mulai mengenal konsep uang?


Jawaban Singkat (Gaya Pilihan Ganda)

Manusia mulai mengenal konsep uang secara bertahap, dimulai dari alat tukar primitif seperti hewan ternak dan cangkang kerang sekitar tahun 1200 SM, kemudian berkembang menjadi uang logam sekitar 3000 SM, dengan bangsa Lydia sebagai pencetak uang logam resmi pertama pada abad ke-6 SM, dan akhirnya muncul uang kertas pertama di Tiongkok pada abad ke-7 Masehi.


Penjelasan Lengkap dan Terstruktur

Konsep uang tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang mengikuti perkembangan sosial dan ekonomi manusia.

1. Masa Barter sebagai Awal Transaksi

Pada tahap awal, manusia mengandalkan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan.

Kelemahan utama barter meliputi:

  • Sulit menentukan nilai tukar yang seimbang
  • Membutuhkan kecocokan kebutuhan antar pihak
  • Tidak efisien untuk transaksi jarak jauh

2. Alat Tukar Primitif (±1200 SM)

Untuk mengatasi keterbatasan barter, masyarakat mulai menggunakan alat tukar sederhana yang dianggap bernilai dan diterima luas, seperti:

  • Hewan ternak
  • Biji-bijian
  • Cangkang kerang

Bentuk alat tukar ini digunakan di berbagai wilayah sekitar 1200 sebelum Masehi.

3. Penggunaan Logam sebagai Uang (±3000 SM)

Perkembangan berikutnya ditandai dengan penggunaan logam karena:

  • Lebih tahan lama
  • Mudah dibawa
  • Memiliki nilai yang relatif stabil

Logam mulai dikenal sebagai alat tukar sekitar 3000 sebelum Masehi.

4. Uang Logam Resmi Bangsa Lydia (Abad ke-6 SM)

Bangsa Lydia dikenal sebagai pihak yang pertama kali:

  • Mencetak uang logam resmi
  • Menstandarkan berat dan nilai uang

Langkah ini membuat uang menjadi lebih dipercaya dan digunakan secara luas dalam perdagangan.

5. Munculnya Uang Kertas (Abad ke-7 Masehi)

Inovasi berlanjut ketika Tiongkok memperkenalkan uang kertas pertama pada abad ke-7 Masehi, sebagai solusi atas:

  • Beratnya uang logam
  • Kesulitan membawa uang dalam jumlah besar

Inti Konsep yang Perlu Diingat untuk Soal

Untuk menjawab soal pilihan ganda, perhatikan poin kunci berikut:

  • Konsep uang berkembang bertahap
  • Barter → alat tukar primitif → uang logam → uang kertas
  • Bangsa Lydia = uang logam resmi pertama
  • Tiongkok = uang kertas pertama
  • Tahun dan abad sering dijadikan opsi pengecoh

Pemahaman runtut akan membantu menghindari jawaban yang tampak benar, tetapi salah konteks.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.