Bencana Hidrometeorologi Meluas, Ribuan Warga Kabupaten Serang Terdampak

SERANG, FOKUS.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Serang meluas hingga 32 desa di 17 kecamatan, Selasa malam (13/01/26). Dampak bencana dirasakan ribuan warga akibat hujan lebat yang mengguyur hampir seharian.
Data mutakhir hingga pukul 20.30 WIB mencatat
Di balik angka-angka itu, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih. Mereka terdiri atas 439 lansia, 1.922 balita dan anak-anak, tiga ibu hamil, serta 24 ibu menyusui.
Ribuan Rumah Terendam dan Rusak
Bencana yang dipicu hujan lebat selama kurang lebih satu hari ini juga meninggalkan jejak pada hunian warga. Total
Rinciannya, sebanyak 4.889 rumah terendam banjir, 44 rumah terdampak tanah longsor, dan satu rumah rusak akibat angin kencang. Air datang seperti tamu tak diundang, masuk tanpa permisi ke ruang-ruang kehidupan warga.
Baca juga: Penanganan Banjir Serang Tak Bisa Parsial, Bupati Dorong Solusi Terintegrasi
Sungai Meluap, Air Naik Hingga 60 Sentimeter
BPBD menyebut banjir dipicu meluapnya sejumlah sungai besar. Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, hingga Rawa Danau tak mampu menampung debit air.
Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi antara 2 hingga 60 sentimeter. Angka yang cukup untuk mengubah jalanan menjadi aliran sungai dadakan.
17 Kecamatan Terdampak
Wilayah terdampak meliputi 17 kecamatan, antara lain Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, dan Anyer. Kecamatan lain yang terdampak adalah Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, dan Mancak.
Sejumlah warga memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman. Tim BPBD juga mengevakuasi warga di Masjid Jami Nuroh BCP 2 dan kawasan BNL.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam BCP 2, Ketua DPRD Banten Turun ke Lokasi
BPBD Rekomendasikan Status Tanggap Darurat
Melihat eskalasi dampak bencana, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penerbitan status
Kebutuhan mendesak di lapangan meliputi alat penyedot air, makanan siap saji, tenda pengungsian, dan perahu fiber. Meski beberapa titik mulai kondusif, kewaspadaan tetap dijaga.
BPBD melaporkan kondisi di Desa Tanjung Manis, Kecamatan Anyer, serta Desa Sentul, Kecamatan Kragilan mulai membaik. Namun, cuaca masih berawan dan potensi hujan membuat petugas tetap bersiaga.