Bencana Hidrometeorologi Meluas, Ribuan Warga Kabupaten Serang Terdampak

Bencana Hidrometeorologi Meluas, Ribuan Warga Kabupaten Serang Terdampak

SERANG, FOKUS.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Serang meluas hingga 32 desa di 17 kecamatan, Selasa malam (13/01/26). Dampak bencana dirasakan ribuan warga akibat hujan lebat yang mengguyur hampir seharian.

Data mutakhir hingga pukul 20.30 WIB mencatat 5.386 kepala keluarga atau 19.088 jiwa terdampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Informasi tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang.

Di balik angka-angka itu, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih. Mereka terdiri atas 439 lansia, 1.922 balita dan anak-anak, tiga ibu hamil, serta 24 ibu menyusui.

Ribuan Rumah Terendam dan Rusak

Bencana yang dipicu hujan lebat selama kurang lebih satu hari ini juga meninggalkan jejak pada hunian warga. Total 4.934 rumah terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.

Rinciannya, sebanyak 4.889 rumah terendam banjir, 44 rumah terdampak tanah longsor, dan satu rumah rusak akibat angin kencang. Air datang seperti tamu tak diundang, masuk tanpa permisi ke ruang-ruang kehidupan warga.

Baca juga: Penanganan Banjir Serang Tak Bisa Parsial, Bupati Dorong Solusi Terintegrasi

Sungai Meluap, Air Naik Hingga 60 Sentimeter

BPBD menyebut banjir dipicu meluapnya sejumlah sungai besar. Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, hingga Rawa Danau tak mampu menampung debit air.

Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi antara 2 hingga 60 sentimeter. Angka yang cukup untuk mengubah jalanan menjadi aliran sungai dadakan.

17 Kecamatan Terdampak

Wilayah terdampak meliputi 17 kecamatan, antara lain Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, dan Anyer. Kecamatan lain yang terdampak adalah Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, dan Mancak.

Sejumlah warga memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman. Tim BPBD juga mengevakuasi warga di Masjid Jami Nuroh BCP 2 dan kawasan BNL.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam BCP 2, Ketua DPRD Banten Turun ke Lokasi

BPBD Rekomendasikan Status Tanggap Darurat

Melihat eskalasi dampak bencana, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penerbitan status Tanggap Darurat. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat mobilisasi bantuan.

Kebutuhan mendesak di lapangan meliputi alat penyedot air, makanan siap saji, tenda pengungsian, dan perahu fiber. Meski beberapa titik mulai kondusif, kewaspadaan tetap dijaga.

BPBD melaporkan kondisi di Desa Tanjung Manis, Kecamatan Anyer, serta Desa Sentul, Kecamatan Kragilan mulai membaik. Namun, cuaca masih berawan dan potensi hujan membuat petugas tetap bersiaga.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.