KDM Soroti Lampu Merah Terlama di Bandung, Ini Penjelasan Dishub

KDM Soroti Lampu Merah Terlama di Bandung, Ini Penjelasan Dishub

FOKUS JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti durasi lampu merah yang dinilai terlalu lama di sejumlah persimpangan Kota Bandung. Sorotan tersebut muncul setelah antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga lebih dari satu kilometer di beberapa ruas jalan kota.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi menyebut salah satu titik dengan durasi lampu merah terlama berada di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ibrahim Adjie, yang dikenal sebagai Simpang Samsat Kiaracondong.

Lampu Merah Terlama di Simpang Samsat Kiaracondong

Rasdian menjelaskan durasi lampu merah di Simpang Samsat Kiaracondong dapat mencapai enam hingga tujuh menit, terutama pada jam sibuk pagi hari dari arah timur ke barat.

“Yang lama paling tuh di (Simpang) Samsat, Pak. Pergerakan itu bisa sampai 1 kilometer lebih. Jadi di sana yang Samsat ini 6 sampai 7 menit, terutama dari pagi perjalanan timur ke barat,” kata Rasdian.

Sorotan KDM soal Durasi Lampu Lalu Lintas

Dalam pembahasannya, Dedi Mulyadi menilai durasi lampu merah di sejumlah persimpangan Kota Bandung terlalu lama dibandingkan antrean kendaraan yang terjadi.

“Antreannya lima kendaraan, tapi lampu merahnya lama, yang belakangnya jadi panjang,” ujar Dedi Mulyadi.

Penggunaan Sensor Lampu Lalu Lintas

Rasdian menyampaikan Dishub Kota Bandung telah menggunakan sistem lampu lalu lintas yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi antrean kendaraan di masing-masing kaki persimpangan.

“Di Dishub itu lampu lalu lintas tentu saja sudah, tapi kami sekarang update lagi, ada namanya KANIC,” kata Rasdian.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pengaturan durasi lampu lalu lintas dilakukan secara otomatis tanpa bergantung pada petugas di lapangan.

“Jadi kita tidak perlu ada petugas yang melama-lamakan, karena sistem menyesuaikan kondisi kendaraan,” ujar Rasdian.

Anggaran Sensor dari Pemprov Jabar

Rasdian juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memiliki sensor pendeteksi antrean kendaraan untuk mendukung pengaturan lampu lalu lintas.

Dedi Mulyadi menyebutkan anggaran pengadaan sensor tersebut sebesar Rp450 juta.

“Anggaran itu ada di saya,” kata Dedi Mulyadi.

Data Singkat Lampu Merah yang Disorot

Lokasi Durasi Lampu Merah Kondisi Antrean
Simpang Samsat Kiaracondong 6–7 menit Hingga lebih dari 1 km

FAQ

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.