Pengangguran Banten Tembus 430 Ribu, DPRD Minta Warga Pelihara Ayam 10 Ekor Saja

Ilustrasi kartun semi realistis pria berseragam putih berpose di kandang ayam petelur dengan latar peternakan pedesaan

Ringkasan Berita

  • Jumlah penganggur di Banten pada November 2025 mencapai 430.000 orang.
  • Angka itu naik 17.660 orang dibanding Agustus 2025.
  • DPRD Banten mendorong pergeseran fokus dari industri besar ke ekonomi rumah tangga.
  • Peternakan ayam petelur skala kecil dinilai bisa jadi solusi konkret.

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Persoalan pengangguran di Provinsi Banten kembali mengemuka setelah jumlahnya menembus 430.000 orang pada November 2025. Angka itu naik 17.660 orang dibandingkan Agustus 2025.

Data tersebut merujuk pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren belum membaik. Tanah Jawara masih bergulat dengan pekerjaan rumah lama: lapangan kerja.

Merespons kondisi itu, DPRD Provinsi Banten meminta pemerintah tidak lagi terlalu bergantung pada sektor industri besar. Fokus dinilai perlu digeser ke penguatan ekonomi berbasis rumah tangga.

Wakil Ketua DPRD Banten Imron Rosadi menilai penciptaan kerja tak harus selalu menunggu berdirinya pabrik. Menurutnya, solusi bisa dimulai dari skala kecil namun bergerak bersama.

“Masalah utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki income. Kita perlu menciptakan lingkar ekonomi baru melalui integrasi program lintas dinas, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujar Imron kepada wartawan, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia mencontohkan pengembangan peternakan ayam petelur skala kecil dengan kepemilikan 10 hingga 20 ekor per rumah. Model ini dianggap realistis untuk dijalankan di tingkat keluarga.

Menurut Imron, usaha mikro tersebut dapat menopang rantai pasok pangan lokal sekaligus memberi tambahan penghasilan. Skala kecil, katanya, bukan berarti dampaknya kecil.

“Tidak harus peternakan besar. Skala kecil pun jika bergerak masif akan saling menopang. Kami juga mendorong pemanfaatan teknologi agar produktivitas meningkat dengan pendekatan bottom-up agar masyarakat merasa memiliki program tersebut,” pungkasnya.

Di tengah angka pengangguran yang terus bertambah, wacana ini menjadi pengingat bahwa solusi tak selalu datang dari cerobong asap pabrik. Kadang, ia bisa berawal dari kandang kecil di halaman rumah.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.