5.000 Titik Wi-Fi Gratis Resmi Aktif, Tangsel Ingin Semua Warganya Terkoneksi

Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin

Ringkasan Cepat

  • Pemkot Tangsel operasikan 5.000 titik internet gratis.
  • Wi-Fi tersebar di taman, balai warga, rumah ibadah, dan lapangan.
  • Program mendukung strategi SPBE dan transformasi digital.
  • Masyarakat mulai merasakan manfaat untuk belajar dan usaha.

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi mengoperasikan 5.000 titik internet gratis yang tersebar di berbagai ruang publik dan fasilitas ibadah. Langkah ini diklaim sebagai upaya memperluas akses digital sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang kian bergantung pada internet.

Program tersebut dijalankan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel. Pemerintah kota menempatkan konektivitas sebagai salah satu fondasi penting dalam pelayanan publik modern.

Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan program ini bukan sekadar membangun jaringan, melainkan mendorong transformasi pelayanan yang lebih inklusif.

“Kami memahami internet hari ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Dengan 5.000 titik internet gratis ini, kami ingin memastikan setiap warga Tangsel tanpa terkecuali memiliki akses yang sama terhadap informasi, pendidikan, peluang usaha, dan layanan pemerintah,” ujar Asep, Sabtu (28/2/2026).

Layanan Wi-Fi gratis itu tersebar di taman warga, balai warga, masjid, gereja, taman kota, hingga lapangan olahraga. Kehadiran internet di fasilitas ibadah disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan transformasi digital yang tetap berpijak pada ruang-ruang kebersamaan.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menghadirkan kemudahan dan manfaat nyata bagi warga. Kami ingin ruang-ruang publik di Tangsel menjadi ruang yang terkoneksi, produktif, dan memberdayakan,” tegasnya.

Dari sisi teknis, Diskominfo mengoperasikan sistem pemantauan terpusat guna menjaga stabilitas koneksi. Sistem pengamanan juga diperkuat agar jaringan publik dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.

Ekspansi konektivitas ini menjadi salah satu pilar strategi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemkot Tangsel. Selain Wi-Fi publik, pemerintah kota juga mengembangkan pusat data, mengoptimalkan command center, serta mengintegrasikan aplikasi antarperangkat daerah.

Asep menilai langkah tersebut memperkuat posisi Tangsel sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

“Kami berharap infrastruktur ini meningkatkan daya saing warga di tengah persaingan global yang semakin terkoneksi,” katanya.

Manfaat program ini mulai dirasakan warga. Rina (17), pelajar SMA di Pamulang, kini rutin belajar di taman dekat rumahnya karena tersedia akses internet.

“Sekarang saya sering belajar dan mengerjakan tugas di taman karena ada Wi-Fi gratis. Sangat membantu, apalagi kalau kuota di rumah habis,” ujarnya.

Ahmad (34), pelaku UMKM kuliner di Ciputat, juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperkuat pemasaran digital usahanya.

“Saya bisa langsung upload produk dan promo ke media sosial tanpa khawatir kuota. Penjualan jadi lebih lancar. Ini sangat membantu kami yang usaha kecil,” katanya.

Dengan 5.000 titik yang telah aktif, ruang publik di Tangsel kini tak hanya jadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang yang tersambung ke dunia digital. Tinggal bagaimana warganya memanfaatkan koneksi itu seproduktif mungkin.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.