Andra Soni Minta Pandeglang Sisihkan Anggaran Jalan Desa, Tinjau Proyek Rp4,8 M

FOKUS PANDEGLANG – Gubernur Banten meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang menyisihkan anggaran khusus untuk perbaikan jalan desa. Permintaan itu disampaikan saat meninjau hasil pembangunan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Kamis (26/2/2026).
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan APBD Provinsi Banten. Kabupaten, terutama yang fiskalnya terbatas, diminta ikut berkontribusi agar percepatan pembangunan jalan desa berjalan berkelanjutan.
"Saat ini Provinsi Banten sedang berusaha membantu pemerintah kabupaten yang fiskalnya rendah, seperti Pandeglang, untuk membangun jalan-jalan desa. Kami juga berharap bupatinya dapat menyisihkan anggarannya untuk membangun jalan desa bersama Pemprov Banten. Sekaligus kami juga sedang mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat," ujarnya.
Tinjau Ruas Sukadame–Kobangkondang
Betonisasi Rp4,8 Miliar dari APBD Provinsi
Dalam kunjungan tersebut, Andra bersama rombongan meninjau ruas Jalan Sukadame–Kobangkondang. Jalan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 4 meter itu dibangun menggunakan anggaran Rp4,8 miliar dari APBD Provinsi Banten.
Sebelumnya, kondisi jalan dilaporkan rusak dan tidak layak dilintasi. Perbaikan dilakukan melalui metode betonisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten.
"Saya mendapat informasi ada jalan kita yang tidak layak digunakan. Kebetulan jalan ini berada di wilayah salah satu lumbung padi di Pandeglang, melewati sekolah dan permukiman padat penduduk. Dari usulan kepala desa kemudian diverifikasi, dicek, serta dikoordinasikan dengan bupati, maka jalan ini dibangun," katanya.
Baca juga: Tukang Ojek di Pandeglang Gugat Pemerintah Rp 100 Miliar soal Jalan Berlubang
Pandeglang Dinilai Masih Butuh Dukungan Infrastruktur
Fiskal Terbatas Jadi Pertimbangan
Andra menyebut Kabupaten Pandeglang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah provinsi. Kondisi fiskal daerah dinilai menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan jalan desa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, pembangunan jalan membutuhkan biaya besar dan tidak bisa dilakukan berulang tanpa perencanaan matang.
"Sama-sama kita jaga, karena membangun itu membutuhkan biaya. Provinsi Banten sedang berusaha membantu kabupaten yang fiskalnya rendah seperti Pandeglang untuk membangun jalan-jalan desa," pungkasnya.
Secara faktual, proyek betonisasi ini menjadi bagian dari intervensi provinsi untuk meningkatkan konektivitas desa, terutama di kawasan lumbung padi dan permukiman padat. Namun, keberlanjutan pembangunan tetap bergantung pada sinergi anggaran antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan dukungan pusat.