Scaffolding dalam Pembelajaran adalah…

Scaffolding dalam Pembelajaran adalah…

✅ Ringkasan Cepat

Scaffolding dalam Pembelajaran adalah Metode pengajaran di mana guru memberikan dukungan sementara dan terstruktur kepada siswa untuk membantu mereka memahami konsep atau keterampilan baru, kemudian secara bertahap mengurangi bantuan tersebut hingga siswa mampu belajar secara mandiri.


Konteks Materi: Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Topik scaffolding biasanya muncul dalam mata pelajaran:

  • PPG / Pendidikan Profesi Guru
  • Modul Kurikulum Merdeka
  • Psikologi Pendidikan
  • Strategi Pembelajaran
  • Kunci Jawaban Pendidikan Kelas 11/12
  • Materi tentang Teori Belajar Vygotsky

Konsep ini sangat penting dalam paradigma pembelajaran modern, terutama dalam pendekatan student-centered learning.

📌 Catatan Etika Belajar:
Gunakan kunci jawaban ini untuk mengoreksi dan memperdalam pemahaman, bukan sekadar menyalin tanpa belajar.


📘 Pembahasan Soal

Soal

Scaffolding dalam pembelajaran adalah…


Jawaban Tegas

Scaffolding adalah strategi pembelajaran di mana guru memberikan bantuan sementara dan terarah kepada siswa untuk membantu mereka memahami materi atau keterampilan baru, kemudian bantuan tersebut dikurangi secara bertahap hingga siswa mampu belajar secara mandiri.


Pembahasan Lengkap (Kenapa Jawabannya Ini?)

Mari kita bedah secara konseptual dan sistematis.

1️⃣ Makna Kata “Scaffolding”

Secara harfiah, scaffolding berarti perancah (rangka bangunan sementara).

Dalam konteks pendidikan:

  • Perancah dipasang saat bangunan belum kuat.
  • Setelah bangunan kokoh, perancah dilepas.

Analogi ini sangat relevan dengan proses belajar.

📌 Dalam pembelajaran:

  • Siswa = bangunan yang sedang dibangun.
  • Guru = pemberi perancah (dukungan).
  • Perancah = bantuan sementara.

2️⃣ Definisi Akademik

Scaffolding adalah:

Dukungan sementara, sistematis, dan bertahap yang diberikan guru agar siswa mampu menyelesaikan tugas yang awalnya tidak dapat mereka lakukan secara mandiri.

Kata kunci penting:

  • Sementara
  • Terstruktur
  • Bertahap
  • Menuju kemandirian

Jika dalam pilihan jawaban tidak memuat unsur sementara dan bertahap, maka itu bukan scaffolding.


3️⃣ Landasan Teori: Zona Perkembangan Proksimal

Konsep ini berasal dari teori belajar sosial-konstruktivis oleh:

Ia memperkenalkan konsep Zone of Proximal Development (ZPD).

Apa itu ZPD?

ZPD adalah:

Jarak antara kemampuan yang dapat dilakukan siswa sendiri dan kemampuan yang dapat dicapai dengan bantuan orang lain.

Secara sederhana:

  • Tanpa bantuan → belum mampu
  • Dengan bantuan → mampu
  • Setelah latihan → mandiri

Scaffolding bekerja tepat di area ZPD.


4️⃣ Ciri-Ciri Scaffolding yang Benar

Agar tidak salah memahami, berikut karakteristik utama:

✔ Bantuan diberikan di awal pembelajaran
✔ Dukungan bersifat fleksibel sesuai kebutuhan siswa
✔ Guru aktif memberi arahan dan umpan balik
✔ Bantuan dikurangi secara bertahap
✔ Tujuan akhirnya adalah kemandirian belajar


5️⃣ Contoh Praktis di Kelas

Misalnya dalam pelajaran Matematika:

Materi: Persamaan Linear

Tahap Scaffolding:

  1. Guru memberi contoh soal lengkap.
  2. Guru memecah langkah penyelesaian.
  3. Guru memberi soal serupa dengan petunjuk.
  4. Petunjuk dikurangi.
  5. Siswa mengerjakan soal sendiri tanpa bantuan.

Proses ini adalah scaffolding.


⚠ Kesalahan Umum dalam Menjawab Soal

Banyak siswa keliru karena mengira scaffolding adalah:

❌ Memberikan bantuan terus-menerus
❌ Mengajar dengan ceramah saja
❌ Membiarkan siswa belajar sendiri tanpa arahan

Ingat:

Jika bantuan tidak dikurangi → itu bukan scaffolding.
Jika tidak ada bantuan sama sekali → itu bukan scaffolding.


📊 Perbandingan: Scaffolding vs Metode Lain

Aspek Scaffolding Ceramah Tradisional
Peran Guru Fasilitator aktif Sumber utama informasi
Bantuan Sementara & bertahap Tidak terstruktur
Fokus Kemandirian siswa Penyampaian materi
Interaksi Tinggi Rendah

🎯 Mengapa Konsep Ini Penting?

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran menekankan:

  • Diferensiasi
  • Pembelajaran aktif
  • Profil Pelajar Pancasila
  • Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Scaffolding mendukung semua prinsip tersebut karena:

✔ Membantu siswa berpikir kritis
✔ Mengurangi kecemasan belajar
✔ Meningkatkan kepercayaan diri
✔ Membantu transisi menuju pembelajaran mandiri


🧠 Analisis Mendalam (Untuk Pemahaman Tingkat Lanjut)

Dalam perspektif psikologi pendidikan modern:

Scaffolding berkaitan dengan:

  • Cognitive Load Theory
  • Guided Practice
  • Gradual Release of Responsibility Model

Model ini dikenal dengan pola:

I Do → We Do → You Do

Artinya:

  1. Guru mengerjakan
  2. Guru & siswa bersama
  3. Siswa mandiri

Itulah esensi scaffolding.


📝 Latihan Tambahan (Uji Pemahaman)

Soal 1

Seorang guru Bahasa Indonesia memberikan kerangka teks terlebih dahulu sebelum siswa menulis esai sendiri. Bantuan tersebut kemudian dihilangkan pada tugas berikutnya.

Strategi tersebut termasuk…

Jawaban

Scaffolding, karena bantuan diberikan sementara dan bertahap.


Soal 2

Guru memberikan soal sulit tanpa penjelasan dan meminta siswa mencari jawabannya sendiri.

Apakah itu scaffolding?

Jawaban

Tidak. Karena tidak ada dukungan terstruktur dari guru.


🎓 Ringkasan Konseptual

Scaffolding dalam pembelajaran adalah:

Strategi pemberian bantuan sementara, terstruktur, dan bertahap untuk membantu siswa mencapai kemandirian belajar.

Kata kunci final:

  • Dukungan
  • Bertahap
  • Sementara
  • Menuju mandiri

Jika salah satu unsur ini hilang, maka definisi tidak lengkap.


🚀 Kesimpulan & Motivasi Belajar

Memahami scaffolding bukan hanya untuk menjawab soal ujian. Konsep ini adalah fondasi penting dalam dunia pendidikan modern.

Jika kamu seorang siswa:

  • Pahami logikanya, bukan hanya definisinya.

Jika kamu calon guru:

  • Terapkan prinsip ini di kelas.

Belajar yang efektif bukan tentang bantuan tanpa batas, tetapi tentang bantuan yang tepat waktu dan dilepas pada saat yang tepat.

Terus latih pemahamanmu.
Karena belajar yang benar bukan sekadar tahu jawaban, tetapi mengerti alasannya.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.