Revitalisasi Pasar Kranggot Digulirkan, Pemkot Cilegon Akui Dua Minggu Tertib Lalu Semrawut Lagi

Ringkasan Cepat
- Pemkot Cilegon sosialisasikan rencana revitalisasi Pasar Kranggot.
- Pedagang dilibatkan dalam penjaringan aspirasi.
- Pemkot akui pasar sering kembali semrawut usai penertiban.
- Kapasitas pasar dinilai sudah tidak mencukupi.
- HPPC dukung revitalisasi asal transparan dan tidak memberatkan.
Berita Utama
FOKUS CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon mulai menggulirkan rencana revitalisasi Pasar Kranggot dengan menggelar sosialisasi dan penjaringan aspirasi pedagang, Senin (23/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor UPTD Pasar Kranggot itu melibatkan jajaran Pemkot, Disperindag, ASPARINDO, hingga perwakilan pedagang.
Plt. Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Azis Setia Ade Putra, mengatakan rencana peremajaan pasar sebelumnya telah dibahas bersama Wali Kota Cilegon.
“Rencana peremajaan atau revitalisasi Pasar Kranggot sudah kami rapatkan dengan Wali Kota. Hari ini kami ingin mendengar langsung aspirasi para pedagang seperti apa,” ujarnya.
Menurut Azis, meski ASPARINDO telah memiliki konsep pasar modern dan bersih, pemerintah tetap ingin memastikan pedagang dilibatkan dalam setiap tahap perencanaan.
Ia juga mengakui kondisi Pasar Kranggot saat ini masih kerap terlihat semrawut, terutama setelah penertiban.
“Seperti kita ketahui, meski sudah ditertibkan, paling dua minggu kembali semrawut. Pedagang yang tidak boleh berjualan di jalan kembali lagi,” katanya.
Pernyataan itu menjadi pengakuan terbuka bahwa pola penertiban selama ini belum menyentuh akar persoalan. Penataan yang hanya bertahan hitungan pekan tentu bukan solusi jangka panjang.
Berdasarkan kajian sementara, persoalan tersebut diduga bukan semata soal kedisiplinan, melainkan keterbatasan daya tampung pasar.
“Setelah dikaji ulang, kemungkinan kapasitasnya kurang sehingga perlu peremajaan agar semua pedagang bisa tertampung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Cilegon (HPPC), H. Sabilillah, menyatakan dukungan terhadap program revitalisasi selama mekanismenya jelas.
“Sejak pembangunan Pasar Kranggot pertama, kami selalu mendukung program pemerintah. Pada program renovasi atau revitalisasi apa pun namanya, kami siap mendukung asalkan sistemnya jelas, transparan, serta tidak memberatkan pedagang,” tegasnya.
Revitalisasi pasar memang kerap terdengar sebagai solusi klasik untuk persoalan klasik. Namun kali ini, Pemkot Cilegon tampaknya ingin memastikan perubahan tidak berhenti di baliho sosialisasi, melainkan benar-benar terasa di lapak pedagang.
Setidaknya, aspirasi sudah mulai dikumpulkan. Tinggal bagaimana eksekusinya nanti di lapangan