Rakernas Bank Banten di Tangerang, Target 5 Besar BPD

Ringkasan Cepat:
- Bank Banten menggelar Rakernas 2026 di Tangerang pada 12–13 Februari 2026.
- Pemprov Banten menegaskan dukungan penuh untuk percepatan kinerja dan penguatan tata kelola.
- Perseroan menargetkan menjadi regional champion dan lima besar BPD nasional.
TANGERANG | FOKUS.CO.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 di Hotel Aston Tangerang pada 12–13 Februari 2026. Forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk merumuskan program kerja dan rencana aksi perseroan dengan target utama mendorong Bank Banten menjadi regional champion.
Rakernas dihadiri jajaran pemegang saham pengendali, dewan komisaris, direksi, hingga pimpinan cabang dari seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pertumbuhan dan penguatan kinerja bank daerah tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Banten Andra Soni, Sekretaris Daerah Provinsi Banten sekaligus Komisaris Bank Banten H. Deden Apriandhi, Asisten Daerah III Provinsi Banten sekaligus Komisaris Bank Banten Rina Dewiyanti, Komisaris Utama Hoiruddin Hasibuan, Komisaris Deden Riki Hayatul Firman, serta seluruh Direksi Bank Banten.
Turut hadir perwakilan dari Bank Jatim, yakni SEVP Network & Services Glemboh Priambodo dan VP Putu Denny Hariwidyanta, sebagai bagian dari penguatan sinergi antarbank pembangunan daerah.
Baca juga: Bank Banten Dinobatkan BUMD Terbaik Penguatan Ekonomi Nasional
Dukungan Pemprov Banten
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan Pemerintah Provinsi Banten memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis perseroan. Ia menyebut tren kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk melakukan akselerasi.
Menurutnya, potensi pasar di Provinsi Banten sangat besar, ditopang nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tinggi serta jumlah penduduk sekitar 12,4 juta jiwa. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang ekspansi yang luas bagi Bank Banten.
Ia juga mendorong pemanfaatan layanan Bank Banten semakin masif di tengah masyarakat. Hal itu mencakup kepemilikan kartu ATM, penggunaan QRIS Bank Banten oleh pelaku usaha dan tenant, serta optimalisasi layanan mobile banking Jawara Mobile di tengah tren transaksi non-tunai.
“Sebagai PSP (Pemegang Saham Pengendali), saya konsisten mendukung Bank Banten. Sejak awal berdiri, pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten sempat dinilai tidak mungkin. Alhamdulillah saat ini lebih dari separuh kabupaten/kota akan menempatkan RKUD di Bank Banten,” ujarnya.
Andra optimistis eksistensi Bank Banten akan semakin kuat di pusat-pusat aktivitas ekonomi di wilayah Banten. Penguatan manajemen dan dukungan pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor kunci.
Rumuskan Action Plan 2026
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menjelaskan Rakernas menjadi wadah konsolidasi menyeluruh jajaran manajemen. Mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi, Kepala Bagian, hingga Pimpinan Cabang dilibatkan dalam penyusunan rencana kerja tahunan.
“Melalui Rakernas ini kami menghimpun berbagai gagasan, inovasi, dan inisiatif agar terformulasi menjadi action plan yang terukur dan berorientasi pada hasil,” kata Busthami.
Selain membahas program kerja, forum ini juga menitikberatkan strategi pencapaian target besar perseroan. Bank Banten menargetkan menjadi regional champion dan masuk dalam lima besar Bank Pembangunan Daerah (BPD) secara nasional.
Busthami menyatakan optimisme target tersebut dapat dicapai melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas operasional, serta dukungan berkelanjutan dari pemegang saham pengendali.
“Kami yakin dengan perbaikan tata kelola dan operasional yang berkelanjutan, target tersebut dapat direalisasikan,” tegasnya.
Penguatan Sinergi Antar-BPD
Kolaborasi antarbank pembangunan daerah juga menjadi sorotan dalam Rakernas 2026. Kehadiran perwakilan Bank Jatim menandai upaya memperkuat sinergi jaringan dan layanan.
SEVP Network & Services Bank Jatim, Glemboh Priambodo, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung rencana aksi yang telah disusun. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target Bank Banten.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan Bank Banten guna mendorong pencapaian target menjadi regional champion dan BPD terbaik kelima secara nasional,” pungkasnya.
Konteks dan Tantangan BPD
Bank pembangunan daerah menghadapi tantangan transformasi digital dan peningkatan daya saing di tengah dominasi bank nasional. Optimalisasi layanan digital, penguatan permodalan, serta ekspansi kredit produktif menjadi fokus utama industri BPD dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan basis pasar yang kuat di Banten dan dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali, Bank Banten berupaya memperkuat peran intermediasi serta memperluas penetrasi layanan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Rakernas 2026 menjadi pijakan awal untuk memastikan seluruh target tersebut terukur dan terpantau sepanjang tahun berjalan. Hingga akhir kegiatan pada 13 Februari 2026, manajemen menyatakan seluruh agenda strategis telah disepakati sebagai pedoman kerja satu tahun ke depan.