IWOI Banten Sambangi BKKBN, Program Bangga Kencana Minta Dipopulerkan Lagi

IWOI Banten Sambangi BKKBN, Program Bangga Kencana Minta Dipopulerkan Lagi
Ringkasan Cepat

  • IWOI Banten mengunjungi BKKBN untuk memperkuat sinergi publikasi.
  • Program Bangga Kencana menjadi fokus utama pembahasan.
  • BKKBN menekankan lima pilar pembangunan keluarga.
  • Isu stunting, bonus demografi, hingga aging population ikut disorot.

Berita Utama

FOKUS BANTEN – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Banten menyambangi Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dalam sebuah audiensi yang bertujuan memperkuat kolaborasi publikasi program kependudukan.

Pertemuan ini menempatkan Program Bangga Kencana sebagai topik utama, sebuah program yang kerap disebut strategis, namun masih perlu terus diperkenalkan agar tidak sekadar berhenti di dokumen perencanaan.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, menyebut Bangga Kencana sebagai fondasi penting dalam menyiapkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia yang lebih siap.

“Program Bangga Kencana dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Ketahanan Keluarga, Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, serta Pengendalian Kependudukan. Seluruh pilar ini saling terintegrasi untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujar Yuda Ganda Putra.

Lima pilar tersebut dirancang untuk menjawab persoalan klasik, mulai dari pernikahan dini hingga keseimbangan jumlah penduduk dengan daya dukung wilayah.

Di luar itu, BKKBN Provinsi Banten juga memberi perhatian pada isu aging population, seiring meningkatnya angka harapan hidup yang membawa tantangan baru bagi keluarga.

“Aging population menjadi tantangan yang harus disiapkan sejak dini. Melalui program Bina Keluarga Lansia, kami mendorong keluarga agar mampu merawat dan memberdayakan lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat,” tambahnya.

Isu strategis lain seperti percepatan penurunan stunting, bonus demografi, keluarga berisiko, hingga pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga turut menjadi bagian dari diskusi.

Ketua IWOI Provinsi Banten, Amir, menegaskan bahwa peran media tidak hanya menyampaikan kabar, tetapi juga menjaga agar program publik tidak sekadar menjadi slogan.

“IWOI Provinsi Banten siap bersinergi dengan BKKBN dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan berimbang kepada masyarakat. Peran media sangat penting dalam membangun kesadaran publik terhadap program Bangga Kencana dan isu kependudukan,” tegas Amir.

Kolaborasi ini diharapkan membuat pesan-pesan kependudukan lebih membumi, karena program yang baik tetap membutuhkan publik yang paham, bukan hanya laporan yang rapi.

(Habudin)

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.