ASN Banten Diingatkan: Tak Ada Superman, yang Ada Super Tim

Ringkasan Cepat
- Sekda Banten Deden Apriandhi tegaskan capaian Pemprov hasil kerja kolektif.
- ASN disebut sebagai “super tim”, bukan individu yang menonjol.
- Kehadiran ASN selama Ramadan dilaporkan sangat baik.
- Jam kerja Ramadan: 06.30–14.00 WIB sesuai surat edaran.
- ASN diminta aktif menyebarluaskan kinerja pemerintah.
Berita Utama
FOKUS BANTEN - Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan bahwa berbagai capaian dan program Pemerintah Provinsi Banten merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak. Termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten.
Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin apel pagi di teras Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (23/2/2026). Deden menyebut ASN sebagai “super tim” yang menjadi salah satu penyokong pembangunan di Provinsi Banten.
Menurutnya, dalam birokrasi tidak ada ruang bagi kerja individual yang terlalu menonjol. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan kebersamaan seluruh perangkat daerah.
“Dalam birokrasi tidak ada superman atau superwoman. Yang ada adalah super tim. Apa yang dilakukan dan dicapai pimpinan daerah merupakan hasil kerja keras kita semua,” ujar Deden.
Ia juga menyoroti tingkat kehadiran dan semangat ASN selama bulan Ramadan. Berdasarkan laporan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), tingkat kehadiran disebut sangat baik.
Deden menjelaskan, sejak awal Ramadan pimpinan daerah melakukan kunjungan ke OPD saat jam apel pagi. Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan inspeksi mendadak.
“Kami datang untuk memastikan komitmen bersama terhadap jam kerja yang telah ditetapkan dalam surat edaran Ramadan,” katanya.
Dalam surat edaran itu, jam kerja ASN selama Ramadan dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Selain soal disiplin, Deden juga mendorong ASN lebih aktif menyebarluaskan informasi kinerja pemerintah daerah. Baik melalui media massa maupun media sosial.
“Apa yang ditampilkan kepada publik adalah buah dari kerja keras Bapak dan Ibu sekalian. Sudah sepatutnya kita mendukung agar publik mengetahui kinerja pemerintah daerah secara utuh,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi itu terus terjaga, bukan hanya saat Ramadan. Sebab dalam birokrasi, kerja tim bukan slogan apel pagi, melainkan fondasi pelayanan publik.