RUPS Luar Biasa Bank Banten: Kursi Direksi Bergeser, Target 2026 Tetap Tancap Gas

Ringkasan Cepat

  • Bank Banten menggelar RUPS Luar Biasa di Serang, 21 Januari 2026.
  • Direktur Bisnis dan Direktur Operasional resmi berganti.
  • Penambahan satu komisaris baru dari unsur Pemprov Banten.
  • Perubahan efektif setelah lulus fit and proper test OJK.

RUPS Luar Biasa Bank Banten: Kursi Direksi Bergeser, Target 2026 Tetap Tancap Gas

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Bank Banten kembali merapikan barisan. Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) 2026, jajaran direksi dan komisaris diubah dengan satu pesan utama: profesional, patuh aturan, dan siap menatap 2026.

RUPS LB digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (21/01/2026). Sejumlah pejabat hadir, mulai dari Gubernur Banten Andra Soni hingga perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agenda rapat terbilang ringkas tapi berdampak. Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Direktur Bisnis serta perubahan susunan pengurus perseroan.

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya pengelolaan bank daerah secara profesional dan independen. Ia mengingatkan Bank Banten bukan sekadar simbol, tapi instrumen pembangunan.

“Saya optimis sepanjang dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan dikelola secara profesional, Bank Banten akan menjadi pondasi yang kuat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Banten,” ujar Andra Soni.

Ia juga menyampaikan pesan diplomatis kepada jajaran direksi yang berganti. Dinamika organisasi, kata Andra, bukan akhir dari segalanya.

“Saya tidak menutup karier kita semua. Semoga pengalaman yang diperoleh selama berkiprah di Bank Banten dapat menjadi bekal yang berharga dan membawa kemajuan di bank atau institusi selanjutnya,” katanya.

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menjelaskan bahwa perubahan ini mengikuti ketentuan regulator. Mulai dari POJK Nomor 33/POJK.04/2014 hingga aturan tata kelola bank umum.

“Sehubungan dengan pengunduran diri Direktur Bisnis Perseroan sebagaimana surat tertanggal 19 November 2025, maka Perseroan memintakan persetujuan kepada para pemegang saham atas pengunduran diri dimaksud,” ujar Busthami.

Ia menambahkan, perubahan pengurus dilakukan demi memenuhi prinsip tata kelola yang baik. Sebuah kalimat yang terdengar normatif, tapi wajib diucapkan di dunia perbankan.

Hasil rapat menetapkan Bambang Widyatmoko mundur dari jabatan Direktur Bisnis dan digantikan oleh Slamet Riyadi. Posisi Direktur Operasional juga berganti dari Rodi Judo Dahono kepada Purbaji Basuki.

Selain itu, RUPS menyetujui penambahan Deden Apriandhi, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, sebagai anggota Dewan Komisaris. Statusnya efektif setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan OJK.

Komisaris Utama Bank Banten Hoiruddin Hasibuan menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang purna tugas. Ucapan terima kasih pun mengalir, sebagaimana lazimnya penutup rapat penting.

Di akhir acara, manajemen berharap perubahan ini menjadi awal yang lebih solid. Target melesat di 2026 sudah dicanangkan, tinggal menunggu apakah mesin baru ini benar-benar kencang di lintasan.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.