Pergerakan Tanah di Lebak Rusak 18 Rumah, 4 Ambruk di Cigoong Utara

Pergerakan Tanah di Lebak Rusak 18 Rumah, 4 Ambruk di Cigoong Utara

LEBAK
| MEDIA FOKUS – Pergerakan tanah terjadi di Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa ini menyebabkan 18 rumah warga rusak, dengan empat di antaranya ambruk rata dengan tanah.

Seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.

Pergerakan tanah teridentifikasi terjadi di dua kampung terdampak.

Yakni di Kampung Hambur dan Kampung Margamulya.

Munayah, warga Kampung Hambur yang rumahnya ambruk, menyebut pergerakan tanah di wilayah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Sebelumnya hanya menimbulkan retakan pada dinding rumah.

“Dulu pernah terjadi, tapi hanya retak-retak saja.

Kali ini cukup parah, lantai tiba-tiba terbelah dan rumah langsung ambruk,” kata Munayah, Sabtu (27/12/2025).

Ia menuturkan, suaminya mengalami luka serius karena berada di dalam rumah saat bangunan roboh.

“Suami saya tertimpa material rumah dan mengalami luka sobek di pelipis kanan hingga harus dijahit, serta patah tulang di bagian punggung,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi.

Mereka kini tinggal di tenda darurat di depan rumahnya yang ambruk.

“Rumah sudah ambruk, suami terluka.

Sekarang kami tinggal di tenda pengungsian yang disiapkan Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan.

Khususnya untuk pembangunan kembali rumahnya yang rusak.

Sementara itu, Kepala Desa Cigoong Utara, Habibi, membenarkan adanya pergerakan tanah yang menyebabkan puluhan rumah rusak.

“Benar, 18 rumah warga rusak akibat pergerakan tanah.

Di Kampung Margamulya ada 15 rumah rusak, dua di antaranya rusak parah.

Di Kampung Hambur ada tiga rumah rusak dan dua sudah ambruk,” jelas Habibi.

Pemerintah desa bersama instansi terkait telah melakukan penanganan darurat.

Warga terdampak telah dievakuasi dan menerima bantuan.

Bantuan disalurkan oleh TKSK Kecamatan, Tagana, Dinas Sosial Kabupaten Lebak, dan BPBD Kabupaten Lebak.

“Kami memprioritaskan penanganan di Kampung Hambur karena kondisinya paling parah.

Warga sudah diungsikan dan difasilitasi tenda dari Tagana Kabupaten Lebak,” katanya.

Status Terkini

Penanganan darurat masih berlangsung.

Pemerintah desa dan BPBD terus memantau kondisi pergerakan tanah dan kondisi warga.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.