Roti Berjamur di Program Makan Bergizi Gratis Kota Serang Dikeluhkan Siswa SDN 20

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis Kota Serang yang juga Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin,

KOTA SERANG | FOKUS BANTEN
– Keluhan roti berjamur muncul dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di SDN 20 Kota Serang. Temuan tersebut disesalkan Ketua Satuan Tugas MBG Kota Serang yang juga Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin.

Ringkasan Berita

  • Siswa SDN 20 Kota Serang menerima roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis.
  • Satgas MBG Kota Serang menyesalkan kelalaian dalam pemeriksaan makanan.
  • SPPG Kagungan mengganti roti yang bermasalah setelah menerima laporan dari sekolah.
  • Pihak pemasok roti mengakui adanya kelalaian dalam proses pengiriman.

Berita Utama

Keluhan tersebut muncul setelah orang tua siswa melaporkan roti dalam paket MBG yang diterima anak mereka dalam kondisi berjamur.

Peristiwa itu terjadi di SDN 20 Kota Serang dan dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis Kota Serang yang juga Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyesalkan kejadian tersebut.

Menurutnya, pihak SPPG Kagungan seharusnya melakukan pemeriksaan makanan secara lebih teliti sebelum didistribusikan kepada siswa.

Ia menegaskan setiap menu yang diberikan kepada siswa harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu.

Keterangan Pejabat

Nanang menyebut di dapur SPPG terdapat tenaga ahli gizi yang bertugas memastikan kualitas makanan yang akan diberikan kepada siswa.

“Kami menyesalkan kejadian itu. Di SPPG ada ahli gizinya, sehingga setiap jenis makanan yang akan diberikan kepada siswa seharusnya diperiksa terlebih dahulu. Ini menjadi perhatian agar tidak terulang lagi,” kata Nanang kepada Wartawan, Minggu, 8 Maret 2026.

Nanang juga mengimbau siswa agar tidak mengonsumsi makanan yang dinilai sudah tidak layak.

Bahkan siswa diperbolehkan menolak makanan dari program MBG jika kondisi makanan tidak baik.

“Kalau menu yang diberikan tidak layak, siswa boleh menolak. Apalagi kalau tidak menyehatkan, misalnya makanan basi, roti yang sudah kedaluwarsa, atau kondisi lain yang tidak layak,” ujarnya.

Baca juga: Menu MBG Banten Disorot, DPRD Temukan Buah Busuk hingga Dugaan Mark-Up

Penjelasan SPPG Kagungan

Sementara itu, Kepala SPPG Kagungan, Fauzan Rizki, membenarkan adanya roti yang tidak layak konsumsi dalam paket makanan MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 20 Kota Serang.

Ia menjelaskan kejadian tersebut terjadi karena adanya kekurangan dalam proses pengecekan makanan sebelum didistribusikan.

Pihak SPPG menerima laporan dari sekolah setelah makanan dibagikan kepada siswa.

Laporan tersebut menyebutkan terdapat roti berjamur dalam paket MBG yang diterima siswa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung mengganti roti yang bermasalah agar siswa tetap mendapatkan makanan yang layak.

“Begitu ada komplain dari sekolah, kami langsung mengganti roti yang bermasalah. Pada prinsipnya kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” katanya.

Baca juga: Roti Diduga Berjamur di Program Makan Gratis SDN 20 Serang, BGN Langsung Ganti Menu

Keterangan Pemasok Roti

Di sisi lain, pihak pemasok roti atau supplier menyebut insiden tersebut terjadi akibat kelalaian dalam proses pengiriman barang.

Roti yang seharusnya sudah disortir dan dipisahkan untuk dibuang justru ikut terbawa dalam pengiriman ke dapur SPPG.

Atas kejadian tersebut, pihak UMKM penyedia roti menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG maupun pihak lain yang terdampak.

“Kami memohon maaf atas kelalaian ini yang menimbulkan ketidaknyamanan. Ke depan kami akan melakukan pengecekan yang lebih teliti agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Insiden ini menjadi perhatian bagi pengelola Program Makan Bergizi Gratis di Kota Serang agar proses pemeriksaan makanan dilakukan lebih ketat sebelum didistribusikan kepada siswa.

Baca juga: Anggaran Sekolah Gratis Disebut Tak Cukup, MBG Justru Kebagian Lebih Besar di APBN 2026

💬 Disclaimer: Kami di Fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.