PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10

Teknologi Jepang ubah 100% sampah jadi energi di Banten, investasi Rp4 triliun mulai 2026

PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10

FOKUS BANTEN -
PT SSE Mahadir menawarkan teknologi Jepang olah 100% sampah jadi energi di Banten, dengan investasi Rp4 triliun dan target operasional 2026.

Intinya:

  • Teknologi Jepang diklaim mampu mengolah 100% sampah tanpa residu
  • Investasi Rp4 triliun, kapasitas awal 3.000–4.000 ton per hari
  • Energi hasil olahan disalurkan ke kawasan industri sebagai pengganti batu bara

PT SSE Mahadir bersama mitra teknologi asal Jepang memaparkan rencana pengelolaan sampah terintegrasi ke Pemerintah Provinsi Banten. Konsep yang dibawa adalah waste to energy (WtE).

Perusahaan ini menargetkan perubahan besar dalam pengelolaan sampah. Sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi sumber energi bernilai ekonomi.

Direktur PT SSE Mahadir menyebut pengolahan sampah di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 40 persen. Sisanya, sekitar 60 persen, masih menumpuk dan berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang.

Melalui teknologi dari Jepang yang telah teruji internasional, seluruh sampah diklaim dapat diolah tanpa perlu pemilahan. Proses ini disebut mampu mencapai tingkat pengolahan hingga 100 persen tanpa residu.

“Konsepnya sederhana: sampah menjadi uang. Seluruh material diolah menjadi gas cair dan energi yang dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Direktur PT SSE Mahadir.

Dalam skema operasional, setiap 1.000 ton sampah menghasilkan sekitar 1.400 hingga 2.200 unit uap (steam) dan gas cair. Energi tersebut akan dialirkan melalui sistem pipanisasi ke kawasan industri.

Pasokan energi ini diposisikan sebagai alternatif pengganti batu bara. Fokusnya pada efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan.

Teknologi ini mengolah seluruh sampah tanpa pemilahan menjadi gas cair dan energi uap melalui proses terintegrasi, dengan hasil dominan berupa steam lebih dari 90 persen serta produk samping yang dapat dikonversi menjadi metanol untuk kebutuhan industri dan energi.

Selain menghasilkan steam dalam jumlah dominan, proses ini juga menghasilkan metanol. Senyawa tersebut digunakan sebagai bahan baku industri plastik dan campuran bahan bakar.

Produksi metanol ini sejalan dengan target nasional pengembangan biofuel B30, B40, hingga B50. Nilainya dinilai strategis dalam rantai energi dan industri.

“Dibandingkan batu bara, teknologi ini menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, risiko perawatan yang minim, serta dampak lingkungan yang jauh lebih kecil,” tambahnya.

Banten dipilih sebagai pilot project nasional pada 2026 karena tingginya kebutuhan energi uap di kawasan industri, sehingga hasil pengolahan sampah dapat langsung dimanfaatkan dan mendukung efisiensi energi tanpa membebani anggaran pemerintah.

Proyek ini merupakan investasi murni swasta senilai Rp4 triliun. Kapasitas awal pengolahan ditargetkan mencapai 3.000 hingga 4.000 ton sampah per hari.

Skema ini dirancang tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Seluruh pembiayaan berasal dari pihak swasta.

PT SSE Mahadir juga menyiapkan sistem operasional penuh. Mulai dari pengangkutan sampah hingga pengolahan di fasilitas.

Fasilitas dirancang beroperasi 24 jam tanpa henti. Sistemnya modular, sehingga kapasitas bisa ditingkatkan dari 1.000 ton hingga 5.000 ton per hari sesuai kebutuhan.

Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10
  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10
  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10
  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10
  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10
  • PT SSE Mahadir Bawa Teknologi Jepang Olah Sampah 10

Posting Komentar