Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Ikut Menguat

- Ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen (yoy), di atas nasional 5,61 persen
- PDRB triwulan I 2026 capai Rp247,20 triliun (ADHB)
- Sektor pertanian tumbuh tertinggi 17,88 persen
- TPT turun menjadi 6,59 persen pada Februari 2026
- Jumlah penduduk bekerja naik jadi 5,83 juta orang
FOKUS KOTA SERANG - Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan pertama 2026 tumbuh 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen. Seiring pertumbuhan itu, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja dan menurunnya tingkat pengangguran pada Februari 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Yusniar Juliana di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/5/2026). Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Banten juga mengalami ekspansi 1,01 persen secara triwulanan (q-to-q) dibandingkan triwulan empat 2025.
Secara nominal, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Struktur ekonomi Banten masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen. Disusul sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan yang secara bersama menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari 70 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen pertahun. Peningkatan ini dipengaruhi musim panen dan meningkatnya aktivitas produksi.
Sektor berbasis mobilitas masyarakat juga tumbuh signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen, sementara transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan turut tumbuh sebesar 5,58 persen.
Secara triwulanan, sektor pertanian melonjak 27,53 persen. Diikuti akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen.
Kondisi ini menunjukkan faktor musiman seperti panen, peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas pariwisata, serta distribusi logistik menjadi pendorong utama ekonomi pada awal tahun.
Sejalan dengan itu, kondisi ketenagakerjaan Banten juga membaik. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 6,59 persen, turun 0,05 poin dibandingkan Februari 2025.
Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang atau meningkat 26,02 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah pengangguran menurun menjadi sekitar 411 ribu orang.
Peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor pertanian dengan tambahan sekitar 99 ribu orang. Sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten.
Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi perhatian. Proporsi pekerja formal pada Februari 2026 tercatat 52,19 persen, turun sekitar 1,18 persen poin dibandingkan Februari 2025.
Namun indikator jam kerja menunjukkan perbaikan. Sebanyak 78,40 persen pekerja merupakan pekerja penuh waktu, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada pasar tenaga kerja di awal 2026.
"Meski demikian, upaya peningkatan kualitas pekerjaan, khususnya perluasan sektor formal, masih menjadi pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi ke depan semakin inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim