Daftar Negara yang Boleh dan Dilarang Iran Lewat Selat Hormuz

Ilustrasi kapal tanker dan kapal patroli Iran
di Selat Hormuz
Intinya:
- Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintas di Selat Hormuz setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel memanas.
- Lalu lintas kapal turun hingga sekitar 90 persen, sementara sekitar 2.000 kapal komersial tertahan di sekitar Teluk Persia.
- Indonesia lewat Kemlu RI masih berupaya memastikan dua tanker milik Pertamina International Shipping bisa melintas dengan aman.
JAKARTA, FOKUS BANTEN - Selat Hormuz kembali jadi sorotan dunia setelah Iran memberlakukan pembatasan ketat bagi kapal yang hendak melintas. Jalur sempit yang selama ini jadi urat nadi pasokan energi global itu kini hanya dibuka untuk kapal dari negara tertentu.
Dampaknya langsung terasa. Lalu lintas kapal dilaporkan turun hingga sekitar 90 persen dan sekitar 2.000 kapal komersial tertahan di perairan sekitar Teluk Persia.
Situasi ini sempat mendorong harga minyak mentah Brent melonjak hingga sekitar USD126 per barel. Kekhawatiran soal krisis energi global pun ikut menguat sebelum Iran mulai membuka jalur secara terbatas.
Selat Vital yang Menghubungkan Energi Dunia
Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati perairan sempit ini, sehingga setiap gangguan di sana bisa cepat merembet ke harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Ketegangan berubah drastis sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meletus pada 28 Februari 2026. Setelah itu, Iran menerapkan kebijakan akses selektif dan tidak lagi membuka selat tersebut secara bebas.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC juga mengeluarkan peringatan melalui radio maritim agar kapal asing tidak melintasi Selat Hormuz karena situasi keamanan dianggap berbahaya. Kondisi itu menciptakan blokade de facto di jalur tersebut.
Daftar Negara yang Diizinkan Melintas
Iran memberi izin kepada kapal dari negara yang dianggap sebagai “sahabat” atau “netral-kooperatif”. Mengutip Gulf News, sejumlah negara tercatat masuk dalam daftar yang diizinkan melintas.
India menjadi salah satu negara yang disebut secara eksplisit sebagai “negara sahabat” Iran. Sejumlah pengiriman LPG dan minyak mentah, termasuk kapal Jag Vasant, Pine Gas, Shivalik, dan Nanda Devi, berhasil menyeberangi selat itu dalam beberapa minggu terakhir.
Tiongkok juga masih mendapat ruang lewat. Menurut data pelayaran, sekitar 10 persen kapal yang berhasil melintas adalah milik atau terafiliasi dengan Tiongkok.
Rusia telah diizinkan menggunakan selat tersebut untuk pelayaran komersial. Langkah ini memperlihatkan kedekatan yang tumbuh antara kedua negara di tengah konflik.
Pakistan, Irak, Yunani, Filipina, Malaysia, dan Thailand juga masuk dalam daftar negara yang mendapatkan akses atau jalur pelintasan aman. Beberapa di antaranya diperoleh lewat negosiasi diplomatik langsung dengan Teheran.
Filipina menyebut Iran telah berjanji mengizinkan pengiriman minyak melintasi selat tersebut. Bagi negara berpenduduk 116 juta jiwa itu, akses ini menjadi penting di tengah krisis bahan bakar.
Malaysia menyatakan kapal-kapalnya bisa melintas bebas biaya di bawah pengaturan saat ini. Sementara Thailand menyebut sebuah kapal tanker minyaknya berhasil menyeberangi selat pada 25 Maret tanpa membayar biaya apa pun.
Negara yang Dilarang Melintas
Di sisi lain, Iran menutup Selat Hormuz bagi kapal dari negara yang dianggap sebagai musuh. Larangan itu berlaku untuk kapal berbendera Amerika Serikat, kapal berbendera Israel, kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan AS dan Israel, serta kapal dari negara yang terlibat langsung dalam konflik melawan Iran.
Iran juga menyatakan tidak mengakui hak lintas transit bagi kapal dari negara yang dianggap sebagai agresor dalam konflik. Aturan ini membuat jalur pelayaran di kawasan itu makin ketat dan penuh risiko.
Indonesia Masih Berupaya Amankan Tanker Pertamina
Di tengah pembatasan itu, Indonesia masih berupaya menjaga keselamatan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping atau PIS yang hingga kini masih tertahan di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelayaran bisa berjalan aman.
Koordinasi dilakukan bersama KBRI Tehran, Pertamina, serta pemerintah Iran. Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, “Kemlu dan KBRI Tehran telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan juga berkomunikasi dengan Kedubes Iran di Jakarta serta pihak terkait di Teheran,” ujar juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangan tertulis pada awak media, Sabtu, 28 Maret 2026.
Aturan Baru, Risiko Baru
Selain menentukan negara yang boleh lewat, Iran juga menerapkan aturan navigasi baru yang lebih ketat. Setiap kapal asing wajib berkoordinasi dengan otoritas maritim Iran sebelum memasuki wilayah selat.
Iran juga berencana memberlakukan biaya transit bagi kapal komersial yang melintas melalui jalur aman di bawah pengawasan mereka. Di sisi lain, koridor alternatif di sepanjang pantai Oman disebut muncul hasil koordinasi diplomatik antara Oman dan Iran untuk mengurangi risiko keamanan di jalur utama.
Kapal juga diwajibkan mengaktifkan AIS atau Automatic Identification System selama melintas. Langkah ini dipakai untuk memudahkan pemantauan dan mencegah insiden di laut.
Dampak Global Masih Membayangi
Meski ada daftar negara yang diizinkan melintas, risiko di Selat Hormuz masih tinggi. Biaya asuransi pengiriman dilaporkan naik hingga empat sampai enam kali lipat akibat meningkatnya ancaman konflik.
Gangguan navigasi seperti GNSS jamming dan spoofing satelit juga dilaporkan meningkat di kawasan tersebut. Akibatnya, kapal tidak bisa sepenuhnya mengandalkan navigasi otomatis tanpa panduan dari otoritas setempat.
Sejumlah perusahaan energi besar bahkan telah menyatakan force majeure karena ketidakpastian keamanan di Selat Hormuz. Situasi ini membuat pasar energi global tetap siaga menunggu arah konflik berikutnya.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim
FAQ Seputar Selat Hormuz dan Pembatasan Iran
Apa itu Selat Hormuz?
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional. Jalur ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Mengapa Selat Hormuz penting bagi dunia?
Karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur ini. Gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Mengapa Iran membatasi kapal yang melintas di Selat Hormuz?
Iran menerapkan pembatasan setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel memanas. Pembatasan dilakukan dengan sistem akses selektif bagi kapal dari negara tertentu.
Negara mana saja yang diizinkan Iran melintas di Selat Hormuz?
Beberapa negara yang disebut diizinkan melintas antara lain India, Tiongkok, Rusia, Pakistan, Irak, Yunani, Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Negara mana saja yang dilarang Iran melintas di Selat Hormuz?
Iran melarang kapal berbendera Amerika Serikat, Israel, kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan AS dan Israel, serta kapal dari negara yang terlibat langsung dalam konflik melawan Iran.
Bagaimana posisi Indonesia dalam situasi ini?
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjamin keamanan pelintasan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping yang masih tertahan di kawasan tersebut.
Apa dampak pembatasan Selat Hormuz terhadap dunia?
Pembatasan ini memicu penurunan lalu lintas kapal, kenaikan biaya asuransi pengiriman, gangguan navigasi, dan sempat mendorong harga minyak dunia naik tajam.