Gen Z Diajak Kelola Koperasi Merah Putih, Pemprov Banten: Jangan Cuma Jadi Anggota

Ringkasan Cepat
- Pemprov Banten dorong Gen Z aktif kelola Koperasi Merah Putih.
- Kontribusi koperasi ke PDB nasional 5–6 persen.
- Partisipasi Gen Z dinilai masih rendah.
- Transformasi koperasi diarahkan ke digital dan kolaboratif.
- Program Koperasi Goes to Campus menyasar mahasiswa.
Berita Utama
FOKUS BANTEN - Pemerintah Provinsi Banten mendorong Generasi Z terlibat aktif dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi koperasi agar lebih adaptif dan berbasis digital.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti menegaskan koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga simpan pinjam. Menurutnya, koperasi harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi generasi muda.
“Kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia berada pada kisaran 5 hingga 6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa koperasi menjadi bagian penting dari fondasi ekonomi nasional,” ujarnya dalam kegiatan Soemitro Fest di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Selasa (24/2).
Angka tersebut menunjukkan koperasi bukan pemain pinggiran dalam struktur ekonomi. Namun, jika fondasinya kuat, penghuninya justru belum banyak dari kalangan muda.
Rina mengakui partisipasi Gen Z dalam koperasi masih relatif rendah dibandingkan proporsi demografis mereka. Padahal, generasi ini dinilai adaptif terhadap teknologi dan kreatif dalam mengembangkan model bisnis.
Ia menekankan Koperasi Merah Putih tidak boleh identik dengan model lama yang serba manual. Transformasi perlu dilakukan melalui digitalisasi layanan, tata kelola transparan dan akuntabel, model bisnis berbasis platform, hingga kolaborasi dengan startup dan UMKM kreatif.
"Kita ingin koperasi menjadi ruang aktualisasi Gen Z, bukan hanya sebagai anggota, tetapi sebagai inovator, penggerak, bahkan founder koperasi-koperasi modern yang profesional dan kompetitif," ujarnya.
Baca juga: Dana CSR Rp100 Juta untuk Koperasi Desa di Tangerang Diawasi Ketat, Kejaksaan Ikut Turun Tangan
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyebut program Koperasi Goes to Campus menjadi bagian dari penguatan literasi koperasi. Kampus dipandang sebagai pusat lahirnya calon pemimpin dan pengelola masa depan.
“Sehingga kita berharap lulusan-lulusan kampus bisa menjadi penggerak dan pengelola KDMP," katanya.
Pemprov Banten menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Harapannya, koperasi desa dan kelurahan tak lagi dipandang sebagai model ekonomi lama, melainkan ruang baru bagi generasi digital untuk berbisnis dan berdaya.
Pada akhirnya, jika Gen Z sudah akrab dengan startup dan platform daring, barangkali koperasi hanya perlu satu hal: tidak ketinggalan zaman.