Bapenda Banten Optimalkan Simpator untuk Pantau Operasi Penertiban Pajak Kendaraan Secara Real Time
![]() |
| Petugas Bapenda melayani wajib pajak dalam operasi gabungan penertiban kendaraan yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Banten. |
Sekretaris Bapenda Banten Akhmad Tamrin mengatakan aplikasi tersebut memungkinkan petugas memantau hasil operasi secara langsung dari seluruh wilayah di Banten. Melalui Simpator, jumlah kendaraan yang terjaring, kendaraan yang masih menunggak pajak, hingga wajib pajak yang langsung melakukan pelunasan di lokasi dapat diketahui secara real time.
Intinya:
- Bapenda Banten mengoptimalkan penggunaan Simpator dalam operasi gabungan penertiban kendaraan menunggak pajak.
- Hasil operasi di seluruh wilayah Banten dapat dipantau secara real time.
- Dari target sekitar 68 ribu kendaraan dengan potensi Rp100 miliar, sekitar Rp25 miliar telah masuk ke kas daerah hingga awal Juni 2026.
- Operasi gabungan serentak disebut pertama kali dilakukan di seluruh wilayah Banten.
- Pelaksanaan operasi akan dievaluasi untuk menentukan kemungkinan pelaksanaan secara berkala.
“Sekarang semua tercatat secara real time sehingga hasilnya lebih akurat dan mudah dievaluasi,” kata Tamrin, Jumat 5 Juni 2026.
Pemantauan Operasi Dilakukan Secara Real Time
Menurut Akhmad Tamrin, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi pengawasan dan penagihan pajak kendaraan bermotor.
Sebelumnya, Bapenda telah melakukan penelusuran terhadap puluhan ribu kendaraan yang menunggak pajak.
Dari target sekitar 68 ribu kendaraan dengan potensi penerimaan mencapai Rp100 miliar, hingga awal Juni 2026 tercatat sekitar Rp25 miliar telah berhasil masuk ke kas daerah. Meski demikian, potensi penerimaan yang belum tertagih masih cukup besar.
Untuk itu, operasi gabungan di lapangan dinilai penting untuk mempercepat realisasi pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Operasi Serentak Pertama di Seluruh Wilayah Banten
Kepala Bapenda Banten Berly Rizki Natakusumah menyebut operasi gabungan serentak yang digelar saat ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah Banten.
Menurut Berly Rizki Natakusumah, efektivitas kegiatan tersebut akan dievaluasi untuk menentukan kemungkinan pelaksanaan secara berkala pada masa mendatang.
“Ini baru pertama dilakukan secara serentak. Nanti akan kami evaluasi. Kalau efektif meningkatkan kesadaran wajib pajak, tentu bisa dilaksanakan secara berkala,” ujarnya.
Bapenda menilai langkah tersebut penting mengingat masih banyak kendaraan yang beroperasi di jalan raya namun belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak. Dengan adanya operasi gabungan dan dukungan teknologi digital, pemerintah berharap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan di Banten terus meningkat.
Penulis: Fuad Hasan | Editor: Ibrahim

Posting Komentar