MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan

BGN menghentikan dapur MBG Padarincang usai puluhan siswa dan guru SMAN 1 Padarincang diduga keracunan makanan.
Keluarga siswa SMAN 1 Padarincang menjenguk korban dugaan keracunan makanan MBG di ruang perawatan Puskesmas Padarincang, Kabupaten Serang.
Keluarga mendampingi siswa yang menjalani perawatan usai diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Padarincang, Kabupaten Serang.

FOKUS SERANG - BGN menghentikan sementara dapur MBG Padarincang setelah puluhan siswa dan guru SMAN 1 Padarincang diduga mengalami keracunan makanan.

Intinya:

  • 59 siswa dan 12 guru SMAN 1 Padarincang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
  • BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Citasuk Padarincang 002 untuk evaluasi.
  • Dapur MBG disebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan masih membenahi IPAL.

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citasuk Padarincang 002 setelah muncul dugaan keracunan makanan di lingkungan SMAN 1 Padarincang, Kabupaten Serang.

Insiden yang terjadi pada 20-21 Mei 2026 itu menimpa 59 siswa dan 12 guru usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN Hentikan Sementara Dapur MBG Padarincang

BGN menghentikan sementara seluruh aktivitas dapur MBG di Padarincang hingga proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.

Kepala Regional BGN Banten, Ichsan Rizqiansyah mengatakan, empat orang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Padarincang dan satu orang dirawat inap di RS Bhayangkara.

“SPPG Citasuk Padarincang 002 kami suspend sementara sampai seluruh perbaikan dan evaluasi selesai,” kata Ichsan, Senin (25/5/2026).

Dugaan Penyebab Masih Didalami

BGN menduga makanan terpapar panas matahari terlalu lama sebelum dikonsumsi siswa di sekolah.

Menurut Ichsan, sejumlah siswa menyimpan ompreng atau wadah makanan di lantai sekolah dalam waktu cukup lama sebelum disantap.

“Dugaan lainnya karena jeda waktu antara makanan diterima dan dikonsumsi terlalu lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, indikasi awal mengarah pada menu makanan yang dibagikan pada Rabu (20/5/2026). Namun hingga kini belum ditemukan satu jenis makanan tertentu yang dipastikan menjadi penyebab.

“Indikasi kejadian mengarah pada konsumsi menu hari Rabu, tetapi kami belum menemukan satu hidangan tertentu sebagai penyebab karena saat dikonsumsi tidak ada makanan yang menunjukkan tanda basi,” kata Ichsan.

Dapur MBG Disebut Belum Kantongi Sertifikat Higiene

BGN juga mengungkapkan dapur SPPG Citasuk Padarincang 002 masih dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, pengelola dapur masih harus membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) karena dinilai belum sesuai standar.

“Masih banyak sarana dan prasarana yang harus kami benahi karena dapur ini baru selesai relokasi,” ujarnya.

Puluhan Siswa Datangi Puskesmas Padarincang

Puskesmas Padarincang menerima puluhan siswa dengan keluhan mual, muntah, sakit perut, dan diare sejak Rabu hingga Sabtu.

Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhada mengatakan, sebagian besar pasien berasal dari SMAN 1 Padarincang.

“Sebagian besar berasal dari SMAN 1 Padarincang,” katanya.

Petugas puskesmas melakukan observasi dan memberikan infus kepada pasien yang membutuhkan. Dua siswa kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.

“Keluhannya sama, yaitu mual, muntah, sakit perut, dan diare,” ujar Uni.

Hingga kini, Puskesmas Padarincang masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut dan belum menerima laporan serupa dari kelompok masyarakat lain.

Video sejumlah siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Padarincang sebelumnya juga sempat beredar luas di masyarakat dan memicu perhatian warga Kabupaten Serang.

Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim

FAQ

Apa yang terjadi di SMAN 1 Padarincang?

Puluhan siswa dan guru diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis.

Berapa jumlah korban dugaan keracunan di Padarincang?

Sebanyak 59 siswa dan 12 guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Kenapa dapur MBG Padarincang dihentikan sementara?

BGN menghentikan operasional dapur untuk evaluasi dan perbaikan sarana serta sistem keamanan pangan.

Apa dugaan penyebab keracunan makanan MBG?

BGN menduga makanan terlalu lama terpapar panas matahari sebelum dikonsumsi siswa.

Apakah dapur MBG Padarincang sudah memiliki sertifikat higiene?

Belum. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi masih dalam proses pengurusan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
  • MBG Padarincang Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan

Posting Komentar