Program MBG 3B di Lebak Fokus Cegah Stunting dan Perkuat Keluarga

Program MBG 3B di Lebak fokus penuhi gizi ibu hamil, menyusui, dan balita untuk cegah stunting.
FOKUS LEBAK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B menjadi langkah pemerintah dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Intinya:
- Program MBG 3B menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
- Fokus pada pencegahan stunting dan penguatan keluarga
- Di Lebak dibutuhkan 265 SPPG, 193 sudah terbangun
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menyebut, program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam menjawab persoalan gizi dan kependudukan.
“Alhamdulillah hari ini saya mendampingi Bapak Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI di Kabupaten Lebak terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B dengan sasaran balita, ibu menyusui, dan ibu hamil,” ungkap Tinawati usai menghadiri kegiatan di SPPG Leuwidamar, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, program tersebut menjadi langkah besar dalam pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
Kunjungan ke Baduy Dalam
Tinawati juga mengungkapkan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji akan mengunjungi masyarakat Baduy Dalam melalui Cikeusik untuk membahas program MBG 3B bersama para Kasepuhan Baduy.
“Nanti formulanya setelah mengunjungi masyarakat Baduy,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wihaji turut memaparkan sejumlah program pemerintah terkait kependudukan dan penguatan keluarga, seperti kesehatan mental remaja, Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati).
Fokus Generasi Emas
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan, MBG 3B menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Balita adalah masa golden age (usia emas, red). Kita harus mempersiapkan mereka lebih bergizi, lebih pintar, dan lebih sukses. Program MBG 3B mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ucapnya.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi prioritas dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
“MBG 3B untuk mencetak generasi emas dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. MBG 3B lah yang prioritas untuk program MBG. Karena di situ golden age, kalau bumil sehat, busui sehat, dan balita sehat. Ini program yang sangat mulia,” ucap Dimyati.
Dimyati juga mengingatkan agar pelaksanaan program tetap berorientasi sosial.
"Yang jelek harus diperbaiki. Kalau tidak bisa, ya diberhentikan,” ucapnya.
Penyaluran dan Peran TPK
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji dalam kesempatan itu berdialog dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Ia menyebut, dalam penyaluran MBG untuk 3B dan lansia, TPK mendapatkan Rp1.000 per ompreng.
“MBG dari SPPG turun di Posyandu dan disalurkan ke sasaran oleh TPK,” ucapnya.
“Saat ini program MBG B3 hanya di Indonesia,” tambah Wihaji.
Wihaji juga mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan distribusi maupun kualitas makanan.
“Cek penerima manfaat MBG 3B harus tepat sasaran karena generasi ke depan harus baik-baik dan mampu bersaing. Stunting akibat kurang gizi, sanitasi, dan pernikahan dini,” jelasnya.
Ia juga meminta TPK turut mengedukasi program KB kepada penerima manfaat.
Kebutuhan SPPG di Lebak
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan, wilayahnya memiliki 340 desa dan 5 kelurahan.
Dalam pendampingan keluarga, TPK memanfaatkan pekarangan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Untuk program MBG, di Kabupaten Lebak kebutuhannya 265 SPPG. Sudah terbangun 193 dapur SPPG,” ucapnya.
“Untuk MBG 3B direncanakan ada 51 SPPG, 14 sedang proses dan 37 sudah selesai,” tambah Amir.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim