Pemprov Banten Siapkan Kurikulum Cambridge di Sekolah Unggulan

Pemprov Banten siapkan kurikulum Cambridge di sekolah unggulan, target mulai diterapkan 2027.
FOKUS BANTEN - Pemprov Banten mulai menyiapkan penerapan kurikulum Cambridge di sekolah unggulan CBMBS dengan target uji coba implementasi pada 2027.
Intinya:
- Pemprov Banten menjajaki kerja sama dengan Cambridge Indonesia.
- CBMBS disiapkan menjadi prototipe sekolah unggulan di Banten.
- Implementasi awal kurikulum Cambridge ditargetkan mulai 2027.
Pemerintah Provinsi Banten mulai mempersiapkan penerapan kurikulum Cambridge di sekolah-sekolah unggulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan menengah di daerah.
Program tersebut diawali dengan penjajakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Cambridge Indonesia, dengan fokus awal pada sekolah unggulan CBMBS.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus berikutnya setelah perluasan akses pendidikan dilakukan melalui pembangunan sekolah baru, ruang kelas baru, hingga program sekolah gratis.
“Setelah akses pendidikan diperluas, tentunya kualitas juga harus kita tingkatkan. Salah satu upayanya adalah membangun kolaborasi dengan pihak profesional di bidang pendidikan, termasuk kemungkinan penerapan kurikulum Cambridge di sekolah-sekolah kita,” ujarnya dalam pertemuan bersama Cambridge Indonesia.
Kenapa CBMBS Dipilih Jadi Sekolah Percontohan?
CBMBS dipilih sebagai sekolah percontohan karena dinilai telah memiliki kesiapan awal dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia. Pemprov Banten juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur untuk memperkuat pengelolaan sekolah tersebut agar dapat dikembangkan menjadi prototipe sekolah unggulan di Provinsi Banten.
Menurut Andra Soni, Pemprov Banten ingin menghadirkan sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Ke depan kita ingin ada sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Banten. CBMBS diharapkan menjadi prototype sekolah unggulan,” katanya lagi.
Ia menjelaskan, pada masa sebelumnya CBMBS memiliki status khusus karena SMA masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Namun sejak pengelolaan SMA, SMK, dan SKH beralih ke provinsi pada 2017, status CBMBS menjadi setara dengan sekolah negeri lainnya di bawah kewenangan Pemprov Banten.
Karena itu, regulasi baru diterbitkan untuk memperkuat pengelolaan dan arah pengembangan sekolah tersebut.
Apa yang Ditawarkan Cambridge Indonesia?
Cambridge Indonesia menawarkan kerja sama yang mencakup pengembangan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari pembelajaran Bahasa Inggris, dukungan buku pembelajaran, hingga penerapan kurikulum Cambridge dengan sistem evaluasi internasional untuk mendukung daya saing siswa.
Perwakilan Cambridge Indonesia, Adi Prakoso, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya fokus pada kurikulum.
“Kami bicara ekosistem Cambridge, mulai dari pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris, dukungan buku-buku pembelajaran, sampai kurikulum Cambridge itu sendiri,” ujar Adi.
Ia menambahkan, program Cambridge mencakup jenjang pendidikan dari TK hingga SMA, lengkap dengan sistem pembelajaran dan evaluasi internasional yang dapat mendukung siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
“Kami ingin siswa-siswa di Banten memiliki daya saing global dan mampu bersaing dengan pelajar dari luar negeri,” katanya.
Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin menilai CBMBS telah memiliki kesiapan awal dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia untuk menjadi sekolah percontohan penerapan kurikulum internasional tersebut.
Meski demikian, penerapan kurikulum Cambridge di sekolah negeri Banten masih akan melalui tahapan evaluasi dan perencanaan.
Pemprov menargetkan proses persiapan dilakukan sepanjang tahun ini, sementara implementasi awal direncanakan mulai tahun 2027 sesuai arahan gubernur.
Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan unggulan di Banten sekaligus memperkuat kualitas lulusan SMA dan SMK agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim