Kemenbud-BRIN Perkuat Narasi Sejarah Indonesia

FOKUS JAKARTA - Kemenbud dan BRIN memperkuat narasi sejarah Indonesia berbasis riset ilmiah dalam kegiatan BRIN Goes To Industry 4 di Jakarta, Selasa.
Intinya:
- Kemenbud dan BRIN memperkuat identitas nasional berbasis riset ilmiah.
- Giring Ganesha menilai museum di Indonesia masih lemah dalam narasi.
- BRIN mendorong riset lintas bidang untuk membangun SDM unggul berakar budaya.
Kementerian Kebudayaan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional bersinergi memperkuat narasi sejarah dan kebudayaan nasional melalui landasan riset ilmiah untuk memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyoroti pentingnya perumusan ulang identitas nasional atau reinventing the national identity yang harus segera diwariskan kepada generasi mendatang.
"Kita membutuhkan data kajian, riset, dan pembacaan sejarah yang kokoh. Di sinilah peran lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional dan peran para peneliti menjadi sangat-sangat strategis," katanya.
Kenapa Narasi Sejarah Dinilai Penting?
Narasi sejarah dinilai penting agar bangsa Indonesia tidak terus terjebak dalam pandangan inferior sebagai bangsa jajahan, melainkan memahami kebesaran peradaban dan strategi leluhur di masa lalu.
Giring menekankan Indonesia memiliki sejarah besar, mulai dari era peradaban Muara Jambi hingga diplomasi Majapahit yang disebut menunjukkan kecerdasan geopolitik leluhur.
Menurut dia, kajian literatur kuno dan benda peninggalan sejarah harus diperkuat melalui metodologi riset sains yang akurat agar pemahaman sejarah menjadi lebih revolusioner.
Apa Masalah Utama Museum Saat Ini?
Giring menilai banyak museum dan situs warisan budaya di daerah masih minim kedalaman cerita, sehingga terlihat hanya menjadi tempat penyimpanan artefak lama.
"Dari banyak museum yang saya kunjungi ada satu persoalan yang hampir selalu sama, yaitu kurangnya narasi. Sepertinya semua museum ingin menampilkan seluruh koleksi di gudang (untuk) ditaruh di depan semuanya," ujarnya.
Ia menyebut kekuatan utama museum bukan terletak pada jumlah koleksi, melainkan pada cerita yang mampu membangun pengalaman pengunjung.
"Padahal, kunci utama untuk menarik minat pengunjung bukan semata banyak koleksi tetapi kekuatan narasi. Museum bukan tempat untuk menyimpan benda lama, museum adalah ruang untuk bercerita," ucap Wamenbud Giring Ganesha.
Bagaimana Peran Teknologi dari BRIN?
BRIN disebut memiliki teknologi modern seperti carbon dating dan arkeometri yang diyakini mampu memperkuat narasi sejarah secara ilmiah sekaligus membuat museum lebih hidup dan edukatif.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian mengatakan lembaganya berkomitmen mengoordinasikan riset lintas bidang yang mengedepankan harmoni antara alam, lingkungan, dan peradaban sosial.
Menurut Amarulla, kegiatan BRIN Goes To Industry 4 menjadi langkah membangun karakter manusia Indonesia melalui eksplorasi warisan budaya dengan perpaduan kepakaran arkeolog, filolog, sejarawan, dan inovasi teknologi.
"Dalam agenda dan peta jalan riset dan inovasi nasional, terdapat salah satu instrumen pengungkit utamanya yaitu mempercepat transformasi sosial dan masyarakat menuju SDM unggul, berdaya saing global, serta berakar pada nilai budaya dan jati diri bangsa. Sehingga pagelaran BRIN Goes to Industry ini menjadi salah satu upaya BRIN dalam pembentukan SDM unggul yang tetap berakar pada nilai budaya dan jati diri bangsa," tutur Amarulla Octavian.
FAQ
Apa tujuan kerja sama Kemenbud dan BRIN?
Kemenbud dan BRIN bekerja sama memperkuat narasi sejarah dan kebudayaan nasional berbasis riset ilmiah untuk memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia kepada generasi mendatang.
Kenapa Giring Ganesha menyoroti museum di Indonesia?
Giring menilai banyak museum masih minim narasi dan terlalu fokus menampilkan seluruh koleksi, sehingga pengunjung kurang mendapatkan pengalaman cerita yang kuat.
Teknologi apa yang digunakan BRIN untuk mendukung riset sejarah?
BRIN menggunakan teknologi seperti carbon dating dan arkeometri untuk memperkuat kajian sejarah dan benda peninggalan masa lalu secara ilmiah.
Apa pesan utama yang disampaikan Wamenbud Giring Ganesha?
Giring menegaskan bangsa Indonesia tidak boleh terus terjebak dalam narasi inferior sebagai bangsa jajahan dan harus memahami kebesaran peradaban leluhur.
Siapa saja yang terlibat dalam pengembangan riset budaya BRIN?
BRIN melibatkan berbagai kepakaran, mulai dari arkeolog, filolog, sejarawan, hingga inovasi teknologi modern dalam pengembangan riset budaya nasional.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim
Posting Komentar