BPBD Lebak Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Saat Peralihan Musim
FOKUS LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
BPBD Lebak Peringatkan Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan
Intinya:
- BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan angin kencang
- 28 kecamatan di Lebak masuk zona rawan bencana
- Warga diminta waspada terhadap banjir, longsor, dan angin kencang
- BPBD siagakan peralatan evakuasi dan logistik
- Koordinasi lintas instansi telah dilakukan
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan, peringatan kewaspadaan telah disampaikan menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Peringatan kewaspadaan sebelumnya sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa beberapa hari ke depan Lebak berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," kata Sukanta di Lebak, Selasa.
Ia menyebut, masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, dan angin kencang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.
Selain itu, pengemudi angkutan menuju wilayah pedalaman juga diimbau untuk menunda perjalanan saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
"Pengemudi angkutan menuju pedalaman Kabupaten Lebak jika curah hujan lebat disertai angin kencang diimbau menunda perjalanan," katanya.
28 Kecamatan Rawan Bencana
Sukanta menjelaskan, sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Kondisi ini dipengaruhi oleh geografis wilayah yang terdiri dari pegunungan, perbukitan, daerah aliran sungai, hingga pesisir pantai.
"Kami minta warga tetap waspada dan jika cuaca buruk sebaiknya berlindung di lokasi aman," katanya.
BPBD juga telah menyampaikan informasi potensi cuaca ekstrem tersebut kepada aparat kecamatan, desa, kelurahan, serta relawan guna meningkatkan kesiapsiagaan.
Peralatan dan Logistik Disiagakan
Dalam menghadapi potensi bencana, BPBD Lebak telah menyiagakan berbagai peralatan evakuasi, mulai dari kendaraan operasional roda dua dan roda empat, perahu karet, pelampung, hingga gergaji mesin, tambang, dan tenda.
Selain itu, logistik seperti pangan, makanan ringan, minuman kemasan, serta obat-obatan juga telah dipersiapkan.
BPBD juga melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya PUPR Banten, PLN, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Kepolisian, TNI, dan lainnya.
"Kami akan bergerak cepat untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan bencana alam," katanya.
Diketahui, masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau diprakirakan terjadi pada pertengahan Mei 2026.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim