Banten Bidik Pasar 42 Juta Jiwa Lewat Pangan dan Logistik

FOKUS BANTEN - Banten membidik pasar aglomerasi Jakarta berisi sekitar 42 juta jiwa dengan mendorong pengusaha muda menguasai sektor pangan, logistik, dan agribisnis.
Intinya:
- Ekonomi Banten tumbuh 5,6 persen pada triwulan pertama 2026.
- PDRB Banten diproyeksikan menembus Rp1.000 triliun tahun ini.
- HIPMI Banten didorong membangun bisnis pangan dan logistik dari hulu ke hilir.
Momentum itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah dan pelatihan organisasi pengusaha muda di Banten HIPMI yang dihadiri tokoh daerah, Gubernur Banten, Ketua Umum BPD HIPMI Banten Rifky Hermansyah, Wakil Sekertaris Jendral Bidang 11 Viko Septiandy Taufik, Asda, Kapolda, pelaku usaha, hingga generasi muda HIPMI Banten.
Forum tersebut menjadi pembacaan arah baru ekonomi Banten. Fokus pembangunan ekonomi daerah mulai bergeser dari industri manufaktur menuju agribisnis, pangan, logistik, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi usaha.
Banten melihat peluang besar dari kebutuhan pasar Jabodetabek yang terus meningkat, sementara produksi lokal belum mampu memenuhi seluruh permintaan. Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Jakarta membuat sektor pangan, agribisnis, dan logistik dinilai menjadi peluang ekonomi baru bagi pengusaha muda daerah.
“Perekonomian Provinsi Banten tumbuh sebesar 5,6 persen pada triwulan pertama 2026. Realisasi investasi mencapai sekitar Rp24 triliun dan mayoritas berasal dari penanaman modal dalam negeri. Ini menunjukkan ekonomi Banten masih ditopang pengusaha lokal,” ujar Gubernur Banten, Andra Soni dalam sambutannya.
Banten saat ini masuk tiga besar nasional dalam realisasi penanaman modal dalam negeri serta tujuh besar investasi asing nasional.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Banten diproyeksikan menembus Rp1.000 triliun tahun ini. Angka itu menempatkan Banten sebagai salah satu provinsi dengan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia.
Pemerintah menilai masih banyak potensi ekonomi yang belum dimaksimalkan. Dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, sebagian besar lahan di wilayah Lebak, Kabupaten Serang, dan Tangerang masih terbuka untuk pengembangan pertanian dan pangan.
“Kebutuhan pasar sangat besar. Ada pasar yang membutuhkan ratusan ton per hari, sementara produksi lokal masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan. Ini peluang besar bagi pengusaha muda,” katanya.
Bagaimana Potensi Pertanian Modern di Banten?
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Banten dengan capaian 17,88 persen dan kontribusi PDRB sekitar Rp17,29 triliun. Pemerintah daerah mulai mendorong lahirnya petani milenial berbasis teknologi untuk memperkuat produksi pangan daerah.
Fenomena meningkatnya minat anak muda terhadap hortikultura dan pertanian modern mulai terlihat di sejumlah daerah.
Sebanyak 21 petani muda asal Banten telah dikirim ke Jepang untuk belajar pertanian modern selama 18 bulan sebagai bagian dari transfer ilmu dan penguatan sumber daya manusia.
Selain itu, program makan bergizi gratis yang diperkirakan menjangkau 3,7 juta penerima manfaat di Banten juga dinilai membuka peluang ekonomi baru.
“Coba bayangkan kebutuhan telur, sayuran, daging, distribusi bahan pangan hingga pengolahan hasil pertanian. Ini peluang bisnis besar yang harus ditangkap anak muda Banten,” ujarnya lagi.
Forum HIPMI Banten menyoroti lemahnya sistem logistik dan rantai distribusi pangan di daerah. Pengusaha muda diminta membangun ekosistem bisnis dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran digital berbasis smart farming agar sektor pangan lebih terintegrasi.
Pengusaha muda diminta tidak hanya fokus menjadi pedagang, tetapi mulai membangun bisnis dari hulu ke hilir.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendapat motivasi kewirausahaan dari pengalaman membangun usaha dari nol tanpa modal besar.
“Kadang yang membedakan bukan modal, tapi keberanian memulai. Banyak pengusaha besar lahir karena keadaan memaksa mereka untuk bertahan dan berusaha,” ujarnya.
Kisah pengusaha yang memulai usaha dari skala kecil hingga berkembang besar dijadikan contoh bahwa bisnis dapat tumbuh dari langkah sederhana dan konsistensi.
Selain fokus pada ekonomi, Pemerintah Provinsi Banten juga tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON 2032 bersama Provinsi Lampung.
Agenda tersebut diproyeksikan membuka peluang investasi baru di sektor infrastruktur, pariwisata, UMKM, hingga jasa penunjang ekonomi daerah.
“Mari kita menjadi manusia yang bermanfaat. Ketika usaha tumbuh, maka manfaatnya juga akan dirasakan oleh masyarakat,” tutup Andra Soni.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Fuad Hasan