APBD Rp1,6T, Investasi Kota Serang Minim, DPRD Soroti Aset Menganggur
Selama 2025, realisasi investasi di Kota Serang hanya sekitar Rp7 hingga Rp10 miliar, sementara pendapatan daerah masih bergantung pada cara konvensional.
FOKUS KOTA SERANG - Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Muhammad Farhan Azis, S.Ak., M.Sc., menekankan pentingnya strategi baru untuk mendorong sumber pendapatan daerah.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Muhammad Farhan Azis, S.Ak., M.Sc.
Intinya:
- Pendapatan dari pemanfaatan aset daerah mencapai Rp400 miliar atau 25% dari APBD Rp1,6 triliun.
- Rasio kemandirian fiskal saat ini sekitar 20%, DPRD dorong naik hingga 30% atau lebih.
- Realisasi investasi sepanjang 2025 hanya Rp7–10 miliar, menandakan minimnya iklim investor.
Farhan menjelaskan, meski pendapatan dari aset daerah meningkat, capaian tersebut masih belum cukup. Banyak aset pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, aset ini bisa mendongkrak pendapatan jika dikelola profesional.
Ia menyoroti rendahnya investasi masuk Kota Serang sepanjang 2025. “Angka ini menunjukkan belum ada investasi signifikan yang masuk. Ini jadi indikator bahwa Kota Serang masih belum cukup ramah bagi investor,” tegas Farhan.
Menurut Farhan, pemerintah daerah harus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Jika kapasitas pemerintah terbatas menggerakkan ekonomi, sektor swasta harus diberdayakan, khususnya sektor properti, perhotelan, restoran, dan kafe (horeka). “Melalui sektor ini, dampaknya bisa langsung terasa terhadap peningkatan pendapatan daerah,” katanya.
Fokus DPRD, kata Farhan, adalah memperkuat APBD sebagai fondasi pembangunan. “Kalau hanya menghabiskan anggaran itu mudah. Tapi meningkatkan pendapatan, itu yang butuh strategi dan keberanian kebijakan,” ujarnya.
Arah kebijakan ke depan harus jelas, yakni memperbesar APBD agar Kota Serang semakin mandiri dengan kapasitas lebih besar untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim