Warung Makan Bukan Sekadar Nasi: Dimyati Bilang Ini Ladang Investasi, Serius!

Intinya:
- Pemprov Banten menjamin iklim investasi aman dan menguntungkan.
- Sektor kuliner dinilai punya nilai ekonomi sekaligus budaya.
- Rumah Makan Chaniago Raya diharapkan ekspansi ke seluruh Banten.
FOKUS BANTEN - Sinyal terbuka untuk para pengusaha kembali ditegaskan. Banten disebut masih jadi lahan empuk untuk investasi, terutama di sektor kuliner yang terus tumbuh.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, bicara lugas. Ia memastikan pemerintah daerah siap menjadi “tameng” bagi para pelaku usaha yang ingin masuk dan berkembang.
“Saya selaku pemerintah mendukung setiap pengusaha berinvestasi, melakukan usaha di Provinsi Banten Insya Allah aman, nyaman dan menguntungkan,” ujarnya usai meresmikan Rumah Makan Chaniago Raya di Kota Serang, Rabu (1/4/2026).
Kuliner: Bisnis Sekaligus Warisan Nilai
Menurut Dimyati, bisnis rumah makan bukan sekadar soal jual beli makanan. Ada nilai yang ikut dimasak bersama setiap hidangan.
Dari dapur, orang belajar sabar. Dari prosesnya, orang belajar ikhlas. Dan dari meja makan, lahir kebersamaan.
Ia menilai, pengelolaan rumah makan mengajarkan pentingnya menghargai proses. Mulai dari memilih bahan, memasak, hingga menyajikan dengan hati.
“Penyajian makanan dengan dibarengi keikhlasan menjadi faktor hidangan yang sehat dan bergizi,” katanya.
Identitas Budaya di Balik Sepiring Hidangan
Rumah Makan Chaniago Raya tidak hanya menjual rasa. Ada identitas yang coba dibangun, yakni budaya kekeluargaan dan warisan leluhur.
Bagi Dimyati, ini penting. Kuliner lokal bisa menjadi wajah daerah, sekaligus pengikat sosial di tengah masyarakat yang semakin cepat berubah.
“Kalau Rumah Makan Chaniago Raya menguatkan identitas budaya kekeluargaan dan budaya leluhur,” ujarnya.
Target Besar: Ekspansi ke Seluruh Banten
Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ada harapan besar agar usaha seperti ini tidak berhenti di satu titik.
Dimyati bahkan mendorong agar rumah makan tersebut membuka cabang di berbagai daerah di Banten. Dari kota industri hingga wilayah pinggiran.
“Semoga bisa buka cabang di mana-mana, bisa di Tangerang, di Cilegon, di Pandeglang, di Lebak dan di sekitarnya,” katanya.
Pesannya jelas: peluang masih luas. Tinggal siapa yang berani mengambil langkah lebih dulu.