RUPST 2025 Bank Banten: Aset Tembus Rp10 Triliun
![]() |
| Jajaran Komisaris dan Direksi Bank Banten mengangkat tangan bersama saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Senin (28/4/2026). |
FOKUS KOTA SERANG - PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin, 28 April 2026 di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten. Rapat ini menegaskan tren kinerja Perseroan yang terus melesat dan menguat.
- RUPST bahas lima agenda utama, termasuk laporan keuangan 2025
- Aset Bank Banten mencapai Rp10,001 triliun
- Kredit tumbuh 32% menjadi Rp5,06 triliun
- Laba meningkat hingga Rp52,52 miliar pada 2025
- KPMM mencapai 36,73%, jauh di atas ketentuan
Lima Agenda Utama RUPST
RUPST dipimpin oleh Komisaris Rina Dewiyanti bersama Komisaris Independen Deden Riki Hayatul Firman. Turut hadir Direktur Utama Muhammad Busthami dan Direktur Kepatuhan Eko Virgianto, serta Direksi hasil RUPS Luar Biasa 21 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut, terdapat lima agenda utama yang dibahas, mulai dari persetujuan laporan tahunan, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, laporan realisasi dana PUT VI dan VII, hingga penetapan remunerasi pengurus Perseroan.
Kinerja Keuangan Melesat
Bank Banten mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang 2025. Aset Perseroan meningkat menjadi Rp10,001 triliun, didorong ekspansi kredit dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Penyaluran kredit meningkat dari Rp3,85 triliun pada 2024 menjadi Rp5,06 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 32% secara tahunan. Sementara itu, DPK naik menjadi Rp6,42 triliun atau tumbuh 32,21% (YoY).
Tren Laba Terus Naik
Kinerja laba Bank Banten juga menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Laba meningkat dari Rp26,59 miliar pada 2023 menjadi Rp39,33 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp52,52 miliar pada 2025.
“Kinerja laba juga menunjukkan tren peningkatan, dari Rp26,59 miliar pada 2023 menjadi Rp39,33 miliar pada 2024, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp52,52 miliar,” ujar Rina.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga serta dampak positif dari pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Fundamental Semakin Kuat
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyatakan bahwa kondisi keuangan Perseroan semakin solid, ditopang oleh kualitas aset yang membaik dan profitabilitas yang meningkat.
Permodalan Bank Banten berada pada level kuat dengan rasio KPMM mencapai 36,73% per Desember 2025. Angka ini jauh di atas ketentuan regulator dan mencerminkan kesiapan dalam mendukung ekspansi usaha.
Perbaikan kualitas kredit juga terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang tetap berada di bawah batas ketentuan regulator.
“Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan risiko serta penguatan kualitas portofolio kredit yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dari sisi profitabilitas, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 3,97% pada 2025, mencerminkan stabilitas operasional di tengah dinamika industri perbankan.
Strategi 2026: Melesat, Kuat, Hebat
Bank Banten menegaskan komitmennya pada 2026 dengan empat strategi utama, yakni penguatan bisnis berkualitas, peningkatan sinergi dan kemitraan, penguatan layanan dan operasional, serta pengembangan sumber daya manusia.
Perseroan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim
