Pemkab Serang Perbaiki 40 Ruang Kelas SD-SMP-PAUD, Target Rampung November 2026

FOKUS SERANG - Pemerintah Kabupaten Serang pada 2026 mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki 40 ruang kelas jenjang SD, SMP hingga PAUD yang bersumber dari APBD 2026.
Perbaikan tersebut mencakup 25 Sekolah Dasar (SD), 14 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), serta satu PAUD di TK Pembina Kramatwatu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Christiansyah Pagua Amran, mengatakan prioritas pembangunan difokuskan pada ruang kelas dengan kondisi rusak sedang hingga berat.
Ia menegaskan, upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa serta tenaga pendidik, dengan penanganan disesuaikan tingkat kerusakan.
“Kita hanya rehabilitasi sekolah-sekolah dengan kategori rusak sedang hingga berat, ruang kelas rusak dan bangun ruang kelas baru, kita perbaiki,” katanya, Senin 13 April 2026.
Untuk tingkat SD, sebanyak 25 sekolah akan direhabilitasi dengan total anggaran Rp9,5 miliar. Pekerjaan meliputi perbaikan ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, pagar sekolah, toilet, atap, hingga perpustakaan.
“Jadi menu rehabilitasinya macam-macam ada perbaikan atap sekolah, ruang kelas, toilet atau WC, pagar sekolah, perpustakaan dan ada juga pembangunan ruang kelas baru,” ujarnya.
Sementara itu, untuk SMPN terdapat 14 sekolah yang akan direhabilitasi dengan anggaran Rp10,8 miliar. Kegiatan meliputi rehabilitasi ruang kelas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, atap, pembangunan ruang kelas baru, serta perpustakaan.
“Semua itu akan kita rehabilitasi untuk SMPN, dan untuk PAUD hanya satu di TK Pembina Kramatwatu, membangun perpustakaan dengan total anggaran Rp208 juta,” ucapnya.
Saat ini, proses masih berada pada tahap pemilihan konsultan perencana. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga tahap pembangunan fisik.
Pemkab Serang menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada Juni 2026 dan rampung paling lambat November 2026.
“Paling lambat November sudah bisa selesai semuanya, karena maksimal empat bulan harus sudah selesai pembangunannya, maka kita targetkan Juni dimulai, semoga aja lancar tanpa ada hambatan,” tuturnya.
Christiansyah menambahkan, jumlah sekolah yang direhabilitasi tahun ini meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun sebelumnya, hanya 10 sekolah yang diperbaiki, terdiri dari lima SDN dan lima SMPN, dengan total anggaran Rp3,5 miliar.
“Tahun ini bisa lebih banyak bisa kita lakukan rehabilitasi sekolah, karena semakin banyak sekolah yang kita perbaiki dapat mengurangi jumlah sekolah rusak di Kabupaten Serang,” pungkasnya.