Pariwisata Banten Digenjot, Akses dan Digital Jadi Kunci

Sarapan Warga hingga Digitalisasi Wisata: Kolaborasi Dorong Lonjakan Pariwisata Banten
FOKUS BANTEN - Momentum sarapan bersama masyarakat menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan warga sekaligus penguatan kolaborasi dalam mendorong sektor pariwisata di Banten, Minggu (26/04/2026).
Intinya:
- Sarapan bersama warga jadi simbol kolaborasi pariwisata
- Digitalisasi pembayaran terus didorong di destinasi wisata
- Akses transportasi diperluas hingga wilayah penyangga
- Sawarna tetap jadi destinasi unggulan
- 3 juta pengguna sistem digital berasal dari Banten
Tradisi Lokal Perkuat Kedekatan Pemimpin dan Warga
Kegiatan sarapan bersama masyarakat yang telah memasuki pelaksanaan kedua ini menghadirkan tradisi lokal yang sarat makna budaya.
Masyarakat menyajikan hidangan khas hasil puasa adat selama tiga bulan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa kesederhanaan hidangan tersebut justru mencerminkan nilai budaya yang kuat.
“Makanannya sederhana, sama seperti yang dikonsumsi masyarakat, namun memiliki makna budaya yang mendalam,” disampaikan dalam kesempatan tersebut oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
Digitalisasi dan Akses Jadi Kunci Pariwisata
Penguatan sektor pariwisata terus didorong melalui kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah, khususnya dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di destinasi wisata.
Aksesibilitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Kemudahan transportasi dan pembayaran digital diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Pariwisata adalah sektor unggulan. Ketika akses dipermudah, maka dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar perwakilan pihak terkait.
Pengembangan Akses Wisata Diperluas
Sinergi ini juga mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah pusat, termasuk arahan Presiden dalam memperkuat konektivitas dan layanan transportasi menuju destinasi wisata.
Pengembangan jalur wisata diperluas, salah satunya menuju kawasan Sawarna yang selama ini menjadi destinasi unggulan.
Pemerintah mendorong agar akses tidak hanya terpusat dari Serang, tetapi juga terhubung dari Tangerang dan wilayah penyangga Jakarta.
Titik keberangkatan strategis seperti Alam Sutera dan BSD mulai dipertimbangkan untuk menjaring wisatawan urban, khususnya dari Jakarta dan Tangerang.
Pengguna Digital Tumbuh, Transportasi Disiapkan
Dari sisi digitalisasi, pertumbuhan pengguna sistem pembayaran terus meningkat di Provinsi Banten.
"Dari sekitar 60 juta pengguna secara nasional, sebanyak 3 juta pengguna berada di Provinsi Banten. Angka ini menunjukkan potensi besar dalam mendorong transaksi ekonomi digital di sektor pariwisata."jelas Andra
Layanan transportasi wisata juga mulai dioperasikan secara berkala, termasuk pada akhir pekan (Jumat–Minggu) untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan.
Program ini dijadwalkan berlangsung dalam periode akhir April hingga akhir Mei 2026.
Kolaborasi Libatkan Banyak Pihak
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya kantor Pemerintah Provinsi Banten, Perum DAMRI Kota Serang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten, Wakil Gubernur Banten, Bupati Kota Serang, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ketua perbankan, General Manager Perum DAMRI Serang Maman Sukarman, S.H., kepala perangkat daerah Provinsi Banten, serta para sedulur Baduy.
FAQ
Apa tujuan kegiatan sarapan bersama masyarakat?
Sebagai simbol kedekatan pemimpin dengan warga sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan pariwisata.
Bagaimana peran digitalisasi dalam pariwisata Banten?
Digitalisasi pembayaran mempermudah transaksi wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Berapa jumlah pengguna sistem pembayaran digital di Banten?
Sebanyak 3 juta pengguna dari total sekitar 60 juta pengguna nasional.
Kapan program transportasi wisata dijalankan?
Dilaksanakan secara berkala pada akhir pekan (Jumat–Minggu) dari akhir April hingga akhir Mei 2026.
Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim