Muktamar Matla’ul Anwar Dibuka, Menteri Agama Soroti Arah Umat di Era Global

Intinya:
- Muktamar ke-21 Matla’ul Anwar resmi dibuka di Kota Serang
- Fokus pada penguatan pendidikan, dakwah, dan peradaban umat
- Menteri Agama tekankan peran agama sebagai kompas di era digital
FOKUS KOTA SERANG - Muktamar ke-21 Pengurus Besar (PB) Matla’ul Anwar dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Muslimat Matla’ul Anwar resmi dibuka di Kota Serang, Banten, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 13 April 2026 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah perjuangan organisasi di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Acara pembukaan dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.A.P., serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional.
Fokus pada Mutu Pendidikan dan Dakwah
Ketua Umum PB Matla’ul Anwar KH. Embay Mulya Syarief menegaskan muktamar bukan sekadar pergantian kepemimpinan.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan penguatan dakwah.
“Yang lebih penting bukan hanya pergantian pimpinan, tetapi bagaimana mutu pendidikan meningkat. Yang semula baik harus menjadi lebih baik, dan yang belum baik harus menjadi baik,” ujarnya.
Ia menyebut Matla’ul Anwar yang berdiri sejak 1916 konsisten bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial dengan sekitar 947 madrasah di berbagai daerah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembentukan kode etik dakwah agar lebih menyejukkan dan membangun persatuan.
Peran Besar untuk Banten dan Indonesia
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas kontribusi Matla’ul Anwar dalam pembangunan masyarakat.
Ia menyebut organisasi tersebut memiliki sejarah panjang dan berperan aktif dalam pengembangan potensi masyarakat sejak sebelum kemerdekaan.
“Matla’ul Anwar merupakan organisasi masyarakat yang lahir di Banten, memiliki sejarah panjang, dan berperan aktif dalam pengembangan potensi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, keberadaan Matla’ul Anwar sangat membantu Pemerintah Provinsi Banten, terutama dalam pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat.
“Bagi Provinsi Banten, tentu Matla’ul Anwar adalah organisasi yang istimewa. Kami berharap pelaksanaan muktamar ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta memberikan manfaat besar bagi kemajuan organisasi, umat, dan bangsa,” katanya.
Menteri Agama Soroti Arah Umat di Era Digital
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyebut Matla’ul Anwar sebagai organisasi dengan peran penting dalam perjalanan bangsa.
“Matla’ul Anwar ini seperti intan berlian, di setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berwarna-warni. Tampil sangat indah dan mampu menghimpun berbagai macam warna serta cahaya di dalamnya,” ungkapnya.
Ia menilai muktamar ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah umat Islam di tengah perubahan global.
“Kita sedang berbicara tentang satu hal yang besar, yaitu mempersiapkan umat masa depan. Umat yang mampu membaca zaman sekaligus tidak kehilangan pegangan,” jelasnya.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya peran agama di era digital saat ini.
“Agama tidak boleh hadir sekadar sebagai simbol, tetapi harus menjadi kompas yang menuntun kehidupan, penjernih yang menenangkan, dan penyeimbang yang menjaga arah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia secara resmi membuka muktamar tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi membuka Muktamar ke-21 PB Matla’ul Anwar dan Munas ke-6 Muslimat Matla’ul Anwar,” tutupnya.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim