Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Banten, Sensus Jadi Kunci

Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Banten, Sensus Jadi Kunci

FOKUS BANTEN -
Industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Banten dengan kontribusi lebih dari 50 persen selama dua dekade terakhir.

Intinya:

  • Industri pengolahan menyumbang lebih dari 50 persen ekonomi Banten
  • Sensus Ekonomi 2026 digelar di Pendopo Gubernur Banten
  • Ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan utama

Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 digelar di Pendopo Gubernur Banten, Jalan Syech Nawawi al-Bantani, Serang, Banten, pada 29 April 2026. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Banten Dr. H. Ahmad Dimyati Natakusumah, S.H., M.H., MSi., Wakil Kepala Badan Statistik RI Dr. Sony Harry B. Harmadi, SE.ME., Anggota DPR-RI Dr. Habib Ali Alwi, M.Si., serta sejumlah pejabat daerah dan pusat.

Industri Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Sektor industri pengolahan terus menunjukkan dominasi sebagai tulang punggung ekonomi Banten. Kontribusinya bahkan telah melampaui 50 persen dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun.

Kondisi tersebut memperkuat posisi Banten sebagai wilayah dengan karakter ekonomi industri yang kuat di Indonesia.

Pemerintah menilai peningkatan kontribusi ini didorong pembangunan infrastruktur yang masif serta pertumbuhan kawasan industri di berbagai wilayah, terutama Tangerang Raya sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Tantangan

Meski demikian, ketimpangan antarwilayah masih menjadi persoalan. Sejumlah daerah dinilai belum optimal dalam memanfaatkan potensi industri yang dimiliki.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar pertumbuhan industri tidak hanya terpusat, tetapi juga merata dan inklusif,” ujar perwakilan pemerintah dalam forum tersebut.

Di sisi lain, dampak ekonomi dari kawasan industri mulai dirasakan, khususnya dalam mendorong konsumsi dan aktivitas ekonomi di wilayah penyangga.

Sensus Jadi Dasar Kebijakan

Pemerintah menegaskan pentingnya pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun sebagai dasar perumusan kebijakan.

Sensus ini dinilai penting untuk membaca perubahan struktur ekonomi, perkembangan usaha, serta dampak transformasi teknologi.

Pelaksanaan sensus sosial ekonomi dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang dengan harapan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Tanpa data yang akurat, kebijakan tidak akan tepat sasaran. Sensus ini menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi masyarakat, Banten diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim

💬 Disclaimer: Kami di Fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.