Kampung Budidaya Ikan Kabupaten Serang, 7 Desa Diusulkan

7 Desa Diusulkan Jadi Kampung Ikan, Kebutuhan 100 Ribu Ton Belum Terpenuhi!

Intinya:

  • Tujuh desa di Kabupaten Serang diusulkan jadi kampung budidaya ikan tematik
  • Kebutuhan ikan untuk program MBG mencapai 100 ribu ton per tahun
  • Produksi lokal belum mencukupi, solusi melalui sistem bioflok dan koperasi desa

FOKUS SERANG - Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Serang diusulkan menjadi kampung budidaya ikan tematik untuk menjawab tingginya kebutuhan ikan yang belum terpenuhi.

Program ini digagas Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang dan akan dikerjasamakan dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar hasil panen dapat langsung terserap.

Kebutuhan Ikan Tembus 100 Ribu Ton

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Serang, M Ishak Abdul Rauf, mengatakan kebutuhan ikan di wilayahnya masih belum bisa dipenuhi produksi lokal.

Apalagi dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), permintaan ikan meningkat signifikan hingga mencapai 100 ribu ton per tahun.

“Ini kebutuhan MBG pertahun dari perikanan. Saat ini pemenuhannya masih masing-masing,” katanya, Senin 13 April 2026.

Solusi Lewat Kampung Budidaya Bioflok

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Diskan mengusulkan pembentukan kampung budidaya tematik berbasis program pemerintah pusat.

Model budidaya yang digunakan adalah sistem bioflok yang dinilai lebih efektif dalam meningkatkan produksi.

“Kita usulkan untuk desa tematik, ada desa pembuduaya, semuanya melalui kolam bioflok,” ujarnya.

Dalam program ini, budidaya difokuskan pada dua komoditas utama yakni ikan nilai dan lele.

“Total ada 24 kolam bulat diameter empat meter. Ini membutuhkan lahan cukup luas yakni 1.000 meter,” katanya.

Daftar 7 Desa yang Diusulkan

Tujuh desa yang diusulkan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang.

Desa tersebut yakni Panyaungan Jaya, Ciomas, Curug Agung, Taman Sari, Baros, Kecamatan Baros, Desa Tanjung Sari Kecamatan Pabuaran, Desa Sindang Laya Kecamatan Cinangka, dan Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa.

Libatkan Koperasi dan Dukung Program MBG

Program ini juga melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar distribusi hasil budidaya lebih terjamin.

Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan antara penerima manfaat dan SPPG di sekitar lokasi.

“Khusus budidaya tematik ini bekerjasama dengan KDMP. Ini agar terjadi swasembada pangan dan mendukung program MBG. Nanti ada kerjasama antara penerima manfaat dan SPPG yang ada di dekat sini,” ujarnya.

FAQ

  • Apa tujuan kampung budidaya ikan tematik?
    Untuk meningkatkan produksi ikan lokal dan memenuhi kebutuhan program MBG.
  • Berapa kebutuhan ikan untuk program MBG?
    Mencapai 100 ribu ton per tahun.
  • Berapa desa yang diusulkan?
    Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Serang.

Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim

💬 Disclaimer: Kami di Fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.