Pengangguran Kota Serang Turun Tipis, Disnakertrans Akui Tantangan Anggaran
Ringkasan Berita

- Tingkat pengangguran terbuka Kota Serang 2025 turun menjadi 6,95 persen.
- Jumlah pengangguran berkurang 678 orang dibanding 2024.
- Total pengangguran 2025 tercatat 26.008 orang.
- Disnakertrans akui penurunan belum signifikan karena keterbatasan anggaran.
- Pemkot fokus pelatihan kompetensi dan penempatan kerja, termasuk PMI.
Berita Utama
FOKUS BANTEN - Angka pengangguran terbuka di Kota Serang pada 2025 turun tipis dibanding tahun sebelumnya. Data terbaru menunjukkan penurunan 0,17 persen, angka yang kecil namun tetap dicatat sebagai kabar baik.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik dalam Kota Serang Dalam Angka 2026, jumlah pengangguran terbuka tahun ini tercatat 26.008 orang atau 6,95 persen. Pada 2024, jumlahnya masih 26.686 orang atau 7,12 persen.
Artinya, ada 678 orang yang keluar dari status pengangguran dalam setahun terakhir. Secara statistik memang bukan lompatan besar, tetapi cukup untuk menggeser grafik ke arah yang lebih hijau.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang, Mochamad Poppy Nopriadi, mengakui penurunan itu belum signifikan. “Ini memang turun dibandingkan tahun lalu, tetapi penurunannya belum terlalu besar. Tantangan kami masih pada keterbatasan anggaran untuk memperluas program penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah kota terus mendorong strategi berbasis kebutuhan industri. Pelatihan kompetensi disesuaikan dengan permintaan pasar kerja agar pencari kerja tak hanya punya ijazah, tapi juga keterampilan yang relevan.
“Kami fokus meningkatkan keterampilan pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, melalui Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta), kami memfasilitasi warga untuk bekerja di luar daerah,” katanya.
Selain penempatan dalam negeri, peluang kerja ke luar negeri juga dibuka melalui skema resmi Pekerja Migran Indonesia. Opsi ini disebut sebagai alternatif ketika lapangan kerja lokal belum sepenuhnya mampu menyerap tenaga kerja.
“Kami terus mengoptimalkan pelatihan dan memfasilitasi penempatan kerja, baik di dalam negeri maupun pengiriman PMI ke luar negeri secara prosedural, agar angka pengangguran di Kota Serang dapat terus ditekan setiap tahun,” katanya.
Penurunan tipis ini mungkin belum membuat euforia, tetapi setidaknya memberi sinyal bahwa pasar kerja masih bergerak. Di tengah keterbatasan anggaran, setiap angka yang turun tetap punya cerita.