Menu MBG Pandeglang Dikeluhkan, Dandim Turun Tangan dan Janji Evaluasi Total

Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga

Ringkasan Berita

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pandeglang dikeluhkan warga.
  • Keluhan mencakup dugaan makanan berulat dan kualitas tak sesuai standar.
  • Dandim 0601/Pandeglang pastikan evaluasi dan mediasi dengan SPPG.
  • Empat kali evaluasi telah dilakukan bersama mitra dan BGN.
  • Program MBG disebut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan ekonomi lokal.

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang menuai sorotan setelah sejumlah orang tua dan siswa mengeluhkan kualitas menu yang dibagikan.

Keluhan yang beredar di media sosial menyebut adanya dugaan makanan berisi ulat, ketidaksesuaian isi menu, hingga kualitas yang dinilai tak memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Situasi ini menjadi perhatian serius jajaran Kodim 0601/Pandeglang bersama Satuan Tugas Percepatan MBG.

Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga menyatakan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi keluhan tersebut.

“Saya bersama Ketua Satgas Percepatan MBG, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, dan Wakil Ketua Satgas MBG Asda I Doni Hermawan, apabila ada kejadian seperti itu akan melaksanakan mediasi dengan SPPG. Harapannya bisa menegur mereka agar ke depan membuat menu sesuai standar,” kata Afri, Selasa 3 Maret 2026.

Afri menjelaskan, pihaknya sudah melakukan empat kali evaluasi bersama mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Evaluasi tersebut mencakup aspek hukum, kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga persoalan teknis menu.

“Evaluasi dilakukan dari segi hukum, kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga persoalan menu. Semuanya sudah kami evaluasi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program MBG, Kodim 0601/Pandeglang juga terus berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah BGN di Kabupaten Pandeglang.

Tujuannya memastikan program berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, bukan sekadar bagi-bagi nasi kotak lalu selesai.

Afri menekankan agar seluruh dapur SPPG di Pandeglang bekerja profesional dan mengikuti standar BGN.

“Harapan saya kepada para mitra dan dapur SPPG yang melayani, bekerjalah dengan hati, ikhlas, dan sesuaikan dengan standar yang sudah ditentukan oleh BGN,” tegasnya.

Ia menambahkan, program MBG memiliki tujuan besar untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.

“Ke depan kita harapkan dampak positifnya terasa. Dalam 10 tahun sudah tidak ada stunting. Satu SPPG saja bisa menyerap 47 tenaga kerja, belum lagi UMKM yang ikut bergerak. Ini harus terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.

Program dengan niat baik tentu perlu pengawasan yang sama baiknya. Sebab, gizi anak bukan sekadar angka di laporan, melainkan soal kualitas yang benar-benar tersaji di piring.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.