28 Kecamatan di Lebak Masuk Zona Rawan Longsor, BPBD: Alamnya Indah, Tapi Tanahnya Mudah Bergerak

28 Kecamatan di Lebak Masuk Zona Rawan Longsor, BPBD: Alamnya Indah, Tapi Tanahnya Mudah Bergerak

Ringkasan Berita

  • 28 kecamatan di Kabupaten Lebak masuk kategori rawan gerakan tanah.
  • Mayoritas wilayah berada pada tingkat kerawanan menengah hingga tinggi.
  • Faktor penyebab antara lain lereng curam, erosi sungai, hingga drainase buruk.
  • Curah hujan tinggi dan kondisi geologi tanah memperbesar risiko longsor.
  • BPBD Lebak menunggu rekomendasi lanjutan Badan Geologi terkait kejadian terbaru di Cinangka.

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak masuk dalam kategori wilayah rawan gerakan tanah. Temuan itu berasal dari penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Mayoritas kecamatan tersebut berada pada tingkat kerawanan menengah hingga tinggi. Artinya, potensi longsor bukan sekadar kemungkinan, tetapi sesuatu yang bisa muncul ketika kondisi alam sedang tidak bersahabat.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta menjelaskan, hasil penyelidikan lapangan Badan Geologi menemukan sejumlah faktor utama yang memicu pergerakan tanah. Mulai dari kondisi lereng hingga pengelolaan lingkungan.

"Kemiringan lereng yang curam, erosi sungai atau lokasi bencana yang berada di kelokan sungai menjadi salah satu faktor. Selain itu, saluran drainase yang kurang baik serta tidak adanya penguatan lereng juga menjadi penyebab," kata Sukanta kepada RADARBANTEN.CO.ID.

Selain faktor permukaan, kondisi geologi wilayah Lebak juga ikut berperan. Struktur tanah di daerah ini dinilai cukup sensitif terhadap hujan dengan intensitas tinggi.

"Kondisi geologi berupa tanah pelapukan yang poros dan permeabel (lolos air), sedangkan di bawahnya terdapat lapisan breksi yang kedap air. Penyebab lainnya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama yang menjadi pemicu gerakan tanah," jelasnya.

BPBD Lebak, kata Sukanta, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk penanganan dan bantuan bagi warga terdampak bencana.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah pemasangan bronjong sungai di Desa Bayah Timur untuk memperkuat bantaran.

"Untuk penanganan seperti di Desa Bayah Timur, kami meminta bantuan Pemprov Banten yang akhirnya memberikan bantuan bronjong sungai," ujarnya.

Sementara itu, terkait bencana terbaru di Kampung Cinangka, BPBD masih menunggu rekomendasi lanjutan dari Badan Geologi sebelum menentukan langkah teknis berikutnya.

"Baru dimasukkan dalam rekomendasi untuk dilakukan penyelidikan kembali. Jadi untuk saat ini kami masih menunggu prosesnya agar menjadi tindak lanjut kami," terangnya.

Dengan kondisi geografis seperti ini, Lebak memang punya dua sisi sekaligus: lanskap alam yang indah dan tanah yang kadang terlalu mudah berpindah tempat.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.