Trump Umumkan Operasi Tempur Besar AS di Iran, Ledakan Guncang Teheran

Trump Umumkan Operasi Tempur Besar AS di Iran, Ledakan Guncang Teheran

Ringkasan Berita

  • Donald Trump umumkan operasi tempur besar AS di Iran.
  • AS menargetkan rudal dan industri misil Iran.
  • Trump tegaskan Iran tak boleh memiliki senjata nuklir.
  • Washington ancam kelompok proksi di Timur Tengah.

Berita Utama

FOKUS BANTEN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan militer AS meluncurkan “operasi tempur berskala besar” di Iran. Pengumuman itu muncul di tengah ledakan yang mengguncang Teheran dan klaim Israel telah lebih dulu menyerang Iran.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui video yang diunggah di akun Truth Social miliknya. Ia menegaskan langkah militer itu sebagai bentuk perlindungan terhadap warga Amerika.

“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” kata Trump.

Orang nomor satu di AS itu berjanji menghancurkan kemampuan persenjataan Iran. Ia menyebut rudal, industri misil, hingga angkatan laut Iran menjadi sasaran.

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” ujarnya.

Trump kembali menegaskan sikap Washington bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kebijakan itu, menurutnya, sudah lama menjadi garis tegas pemerintahannya.

Ia juga menyatakan AS akan menindak kelompok-kelompok proksi yang dianggap mengancam stabilitas kawasan. Trump menyinggung penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang disebutnya telah melukai dan menewaskan ribuan orang, termasuk warga Amerika.

Merujuk sejumlah peristiwa, seperti pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Tehran pada 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika, serta serangan terhadap USS Cole pada 2000, Trump menyatakan bahwa “pasukan Iran telah membunuh dan melukai ratusan personel militer Amerika di Irak”.

“Proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, serta terhadap kapal angkatan laut dan kapal komersial AS di jalur pelayaran internasional,” katanya.

“Itu adalah teror massal,” ujar Trump. “Kami tidak akan menoleransinya lagi. Dari Lebanon hingga Yaman dan dari Suriah hingga Irak, rezim tersebut telah mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris.”

Trump juga menyebut Iran sebagai “penyokong terorisme nomor satu di dunia,” dan mengatakan bahwa baru-baru ini rezim tersebut “membunuh puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka melakukan protes.”

Di ujung pernyataannya, Trump kembali menekankan bahwa “rezim teroris ini tidak boleh memiliki senjata nuklir.” Ketegasan itu kini dibarengi langkah militer yang tak lagi sebatas peringatan.

💬 Disclaimer: Kami di fokus.co.id berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokus.co.id.