Puluhan Tahun Dibiarkan, Jalan Tegalongok Bak Kubangan Kerbau Saat Hujan

Ringkasan Berita
- Jalan di Kampung Malangnengah, Desa Tegalongok, Pandeglang, rusak parah puluhan tahun.
- Ruas penghubung Tegalongok–Pasirkarag sulit dilalui terutama saat hujan; akses pendidikan dan layanan kesehatan terganggu.
- Warga menuntut perbaikan segera; salah satu warga menyindir pergantian kepala daerah tak membawa perubahan.
- DPUPR Pandeglang mengakui kondisi belum mantap dan menyebut keterbatasan fiskal sebagai kendala.
Berita Utama
FOKUS BANTEN - Jalan di Kampung Malangnengah, Desa Tegalongok, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, mengalami kerusakan parah yang sudah berlangsung puluhan tahun dan belum mendapat perbaikan menyeluruh.
Ruas yang menghubungkan Tegalongok dengan Desa Pasirkarag itu berubah menjadi genangan dan lubang besar saat hujan, sehingga pengendara motor harus melambat dan zig-zag untuk mencari jalur yang bisa dilalui.
Baca juga: Tukang Ojek di Pandeglang Gugat Pemerintah Rp 100 Miliar soal Jalan Berlubang
Akses ini menjadi vital bagi warga untuk kegiatan pendidikan, layanan kesehatan, dan perputaran ekonomi lokal, termasuk membawa hasil tani ke pasar.
Salah satu warga, Sinta, mengeluhkan kondisi jalan yang menurutnya tak kunjung diperbaiki meski sudah lama menjadi masalah.
“Sudah lama jalan rusak parah gini sampai berlubang sudah kaya kubangan kerbau kalau ada turun hujan,” ungkapnya, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menegaskan fungsi jalan sebagai akses ke puskesmas dan sekolah, serta menuntut tindakan cepat dari pemerintah daerah.
“Maka ini harus segera diperbaiki, udah lama masa mau gini aja gak ada perbaikan ganti Bupati ganti Gubernur enggak ada perubahan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengakui belum semua ruas jalan di wilayahnya berada dalam kondisi mantap.
“Kami menyadari belum semua ruas jalan dapat kami bangun hingga mencapai kondisi mantap,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan.
Baca juga: Andra Soni Minta Pandeglang Sisihkan Anggaran Jalan Desa, Tinjau Proyek Rp4,8 M
Andrian menjelaskan upaya perbaikan terus dilakukan, namun keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Karena kendala kemampuan keuangan daerah, pembangunan belum optimal,” ujarnya.
Hingga kini belum ada jadwal perbaikan rinci yang diumumkan ke publik, sementara warga tetap menyeberangi kubangan setiap musim hujan—sebuah rutinitas yang tampak tak kunjung masuk daftar prioritas anggaran.
Jika anggaran adalah alasan, warga berharap ada kreativitas kebijakan; jika bukan, mereka berharap setidaknya ada janji yang bisa ditagih pada periode pemerintahan berikutnya.
Di tengah janji dan keterbatasan, jalan Tegalongok tetap mengajarkan satu hal sederhana: infrastruktur yang terlupakan akan mengajari warga seni menghindari lubang—bukan seni hidup nyaman.
Baca juga: Wagub Banten Respons Gugatan Jalan Rusak Rp100 M